Ada hari-hari di mana level stress gw memuncak sampai ke Puncak, Bogor, dan Cisarua. Eh…
Dan gw merasa lega karena gw sedikit berhasil melewatinya tanpa harus memaki lebih banyak.
Satu demi satu kejadian datang berturut-turut, kantor lama yang sudah keterlaluan dalam meminta bantuan, teman lama yang tidak pernah menyapa namun tiba-tiba meminta bantuan karena sedang berada dalam kesulitan besar, pekerjaan di kantor yang harus diulang kembali karena adanya peraturan baru, janji yang dibuat dan dibatalkan seenaknya, permohonan bantuan yang tidak bisa dilaksanakan, pekerjaan tambahan yang belum sempat dikerjakan, dan begitulah hari-hari gw berlalu.
Semua kejadian-kejadian itu terjadi dalam waktu yang berdekatan selama dua hari, alhasil kepala gw sakit, mengerjakan apapun tidak konsentrasi, dan gw memutuskan untuk berhenti total melakukan apa yang sedang gw lakukan karena menyadari bahwa bukannya menghasilkan sesuatu, gw malah memperburuk hasil kerja gw.
Sesuai kata Su “stress gak cocok sama koding”.
Sebenarnya, stress gak cocok sama semua jenis pekerjaan. Tapi ada kalanya stress itu nggak bisa dihindari, karena… mostly, meskipun kita sudah melakukan semua hal sebaik-baiknya, stress itu ternyata disebabkan oleh tekanan dari orang lain dan bukan disebabkan oleh usaha kita yang kurang maksimal.
Hari itu gw merasa akan sangat sensitif dan gampang marah, sehingga sebelum pulang naik bus, gw meletakkan tangan di dada dan berdoa “Tuhan, apapun yang terjadi, jangan biarkan aku memarahi siapapun”. Karena efek stress di kantor kadang-kadang terlampiaskan ke tempat lain, ke orang tua, ke adik, ke teman, ke orang yang nyenggol gw di bus waktu desak-desakkan. Mereka tidak salah, tapi kita sangat mudah menyalurkan kemarahan ke orang di sekitar kita yang tidak tahu apa-apa.
Cobaan demi cobaan terus datang, dan gw merasa sangat dikuatkan dengan doa dan niat. Malamnya, setelah menceritakan semuanya, gw istirahat dan menenangkan diri. Mandi, makan, duduk santai, sambil bergumam “God is bigger than my problem, I’m not going to lose.” titik, gak pake tanda seru. Kemudian gw sukses mendapatkan kembali ritme kehidupan gw yang tenang. Semangat perlahan mulai timbul untuk menyelesaikan semua masalah yang menumpuk satu demi satu…
Sekarang? Semua sudah selesai. Gw akan lebih kuat di masa depan karena cobaan kemarin sudah gw lewati. Gw lolos stress test meskipun nilainya nggak bagus-bagus amat.
Kenapa ditulis di blog? Hanya untuk semacam terapi dan pengingat saja. I’m going to let it all wash away, throw away all hatred and anger I may ever have this week.
I really want to face this christmas without those feelings.
Gw mungkin akan mengalaminya lagi suatu saat, dan kalau memang gw mengalaminya lagi, dan lagi, akan gw pastikan kalau gw dapat nilai yang lebih tinggi lagi.
Karena gw akan membaca post ini lagi dan gw akan segera tau cara menanganinya. #ContekanGituLho
Happy Christmas everyone!
Let’s face it with spirit of humbleness
God Bless.
someone said:
mantap, design baru
happy christmas for you
Denny said:
Nah.. Ini saatnya gw cobai ahhh, ga boleh marah ya wkwkwk… *Devil
irene salomo said:
bwahahha….tdnya gw kira lu mo nulis pengalaman melakukan stress test di client, dah buru2 mo baca krn gw jg ikutan stress test bulan depan….ternyata stress test di diri sendiri hehe…
yep penting banget u/recharge sebelum overload
marcadian said:
A husband says to his wife: “You always carry my photo in your handbag.
Why?” She tells him, “When there is a problem, no matter how impossible,
I look at your picture and the problem disappears.” He smiles and says,
“You see how miraculous and powerful I am for you?” “Yes,” she said. “I
see your picture and say to myself, ‘What other problem can there be
greater than this one?’”
Pelajaran : bawalah selalu fotonya Su di dompet ato HP
flanflygirl said:
@someone: hehehe iya donk, thx! met natal juga (telat banget dah balesnya)
@Denny: wah, jangan masukkan saya ke dalam percobaan donk… hahaha XD
@Irene: iya, stress test ke diri sendiri, mayan juga, jadi lebih sehat gimanaaa gitu jantung saya~
@marcadian: ……………….