Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

Untuk trip kali ini, gw menghabiskan total sekitar 28 jam++ di mobil dan kereta untuk perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.

orang baik pasti ketemunya sama orang baik juga.. percaya saja seperti itu

– ibu pemilik hostel, Tosari – Pasuruan, 4 May 2016 –

Perjalanan dimulai hari Sabtu pagi tanggal 30 April dari Singapura menuju Yogyakarta. Jumlah peserta kali ini hanya 4 orang karena 2 sisanya mendadak berhalangan. Gw packing buru-buru sebelum keberangkatan karena malam H-1 mendadak gw lembur, sedangkan Su malah gak tidur sama sekali abis kelarin papernya. Intinya begitu duduk di pesawat, gw langsung ketiduran sampai pesawatnya mendarat di Yogya.

Oh, kali ini gw bawa Muji Neck Cushion, yang sangat membantu untuk perjalanan panjang kayak begini. Gw recommend yang bahannya nylon, lebih adem kainnya.

Kemudian gw download Maps.Me untuk offline map. Bisa dipakai untuk jadi GPS juga lho.

Partisipan kali ini: gw, Dely, Su, Vendy

Day 1 – Yogyakarta  
Destinasi: Gudeg Yu Djum, Fort Fredreburg, Mall Malioboro, Mirota Batik, RM Sasono Ondrowino, Martabak Telur

Griya Wijilan dan Gudeg Yu Djum

Sesampainya di Yogya, gw langsung disambut hawa panas teriknya pulau Jawa. Abis declare gak ada barang yang perlu dicek sama orang bea cukai, kita langsung sewa taksi ke hotel. Kali ini kita menginap di Griya Wijilan. Tempatnya kecil (sekitar 10 kamar) dan nyaman sekali. Setelah taruh tas, mulai deh kita cari makan.

Sekitar 50 meter dari Griya Wijilan ini, sepanjang jalannya dihiasi dengan toko makanan yang ada tulisan gudeg nya. Konon menurut navigator makanan kita, tempat ini memang terkenal dengan gudegnya, jadilah makan siang kita hari itu: Gudeg.

Kita makan di gudeg Yu Djum di seberang jalan (5 menit jalan dari hotel).

Gudeg Yu Djum - Ati Ampela, Telur, Krecek

Kemudian kita sadar satu hal: ukuran nasi di sini kecil-kecil. Tim jalan-jalan pada senang semua karena bisa makan 2 porsi tiap kali makan… Oh iya, gudegnya enak, jadi puas makan di sini. :D Continue reading

Space Brothers (Uchuu Kyoudai)

Another recommendation buat para penikmat manga dan anime dan live action. Sesuai dengan judulnya, Space Brothers bercerita tentang 2 kakak beradik (Nanba Mutta dan Nanba Hibito) yang bercita-cita untuk menjadi astronot setelah melihat sebuah benda asing yang terbang ke bulan suatu malam ketika mereka masih kecil.

Episode pertama menunjukkan Nanba Mutta yang baru saja dipecat dari perusahaan otomotif tempat dia bekerja, sedangkan Nanba Hibito sedang duduk di press-conference NASA sebagai orang Jepang pertama yang akan terbang ke bulan.

Cerita ini berputar di sekitar Nanba Mutta yang berusaha untuk kembali mengejar kembali mimpinya yang sebenarnya saat dia masih kecil.


Ahem, (susah nulis formal-formal), jadi gw nemu anime ini karena dia menang Anime Award. Dan karena gw lagi kehabisan anime, jadilah gw nonton ini iseng-iseng… terus… keterusan… sampai episode 99… terus gw lanjut baca manganya (gambarnya bagus, recommended juga), yang sekarang masih ongoing. Gw begitu ketagihannya sampai sehari gw bisa baca 30 chapter di kereta pulang pergi kantor…

Karena Uchuu Kyoudai ini cerita tentang astronot, setting ceritanya tentu saja berada di sekitar JAXA (NASA nya Jepang), NASA, Houston, Florida, Johnson Space Center, dll.

Oh, ngebosenin donk? ceritanya serius-serius gitu ya?

Nggak sama sekali :D. Menurut gw ceritanya balanced sekali. Nanba Mutta itu orangnya rada-rada ngelawak. Orang tuanya juga… (orang tua Jepang biasa yang bahkan nggak pernah ngebayangin anaknya bakal pergi terbang ke bulan).

Inspiratif? Yes.

Recommended? Sangat iya.

Silakan…
Anime: http://gogoanime.io/uchuu-kyoudai-episode-01
Manga: http://mangafox.me/manga/uchuu_kyoudai/v01/c001/1.html

Passion, Another Look

I’ve posted this once on my Facebook page sometime ago. But I found it again on my WordPress draft because I unconsciously set a rule on IFTTT to save every post I put on my Facebook page to my WordPress draft section. Whoa… You can do that? Yes, you can.

But it is no use. I ended up deleting every drafts that are saved because I have nothing to say about it…

Anyway, this is my new perspective about the word PASSION. If you followed my blog closely just like I did ( <<– narcissistic type ), you would realize I like to use the word PASSION. It is the same PASSION word that is now discussed in the video below.

The content of the video focused on how many people would say to the speaker in the video

“I don’t know what my passion is, you know… can you help me find my passion? so then I’ll know what to do next”

and the answer is…?

We don’t think it’s a great question

Continue reading

The Professionals by NHK

Ini adalah salah satu film dokumentasi favorit gw kalau nonton NHK. Sesuai judulnya, setiap episode akan mengulas tentang satu first-class profesional di bidang tertentu.

Kalau mendengar kata profesional, di kepala gw dulu muncul bayangan “sales manajer dengan ilmu komunikasi tingkat dewa, bos perusahaan dengan pabrik besar mendunia, wirausahawan yang merintis toko dari kecil sampai sukses, desainer baju yang punya butik terkenal…”

( Itu mindset gw ketika lihat judul filmnya, mungkin karena terlalu sering di-brainwash sama kata “entrepreneurship” dan “dagang” dan “bisnis” selama tinggal di Indo. :P )

Kemudian gw nonton film dokumenter ini… ada sales sih, tapi ya itu satu dari sekian episode. Berikut adalah episode-episode yang gw tonton:

 

“There’s something more precious than money”


Continue reading

Sekali kejapan mata, tau-tau sudah di penghujung tahun 2015… Tahun ini tidak ada satu post pun yang di-published. Gw bukan bosan nulis, tapi media tulisnya yang berubah (dan juga level malas yang bertambah).

Video yang mau di-share pindah ke facebook wall.

Uneg-uneg yang mau ditulis pindah ke jurnal pribadi (I’ve been using Midori Traveller Notebook for almost two years now)

img_05

(photo from here)

Tapi sesekali gw kembali juga ke blog ini, kangen, baca-baca, nostalgia masa lalu, kemudian menyadari betapa ababilnya gw 5-10 tahun yang lalu. Ho ho ho ho.

Namun, tetap ada beberapa hal yang terlalu panjang kalau harus ditulis di facebook wall, misalnya: review buku-buku / video-video yang gw baca / tonton, tempat-tempat baru yang gw kunjungi, pengalaman-pengalaman baru yang gw alami… Mereka-mereka inilah yang akan menjadi penghuni tetap blog ini.

Apa yang tidak berubah dari penulis?

Gw masih bersih dari make-up. Alasan:

  1. Gak demen pake make-up,
  2. Males habisin waktu buat make-up, mendingan gw pake waktunya buat baca Dragon Ball,
  3. Gw alergi salah satu bahan kimia di alat-alat make-up (udah dicoba dari yang murah sampai yang mahal banget), jadinya? harus pakai yang natural.

Gw masih suka pake tas punggung.

  1. Tas kulit wanita lebih berat by default kalau dibandingkan dengan tas punggung.
  2. Tas gw di-desain kayak tas Survival kit. Isi minimal: payung, botol minum, dompet, HP, buku tulis, pen, tablet 7 inch, tisu, plastik, coklat, obat, pembalut, (double tape), mp3 player, buku bacaan. Berat? ya… 2-3 kg lah.

Apa yang berubah dari penulis?

Gw menyadari gw semakin reflektif, lebih sering merenung, lebih banyak hal yang menjadi abu-abu instead of hitam atau putih saja… and therefore (hopefully), less judging. Kalau kata Su: “udah mulai tua, ya?” :P

-Fin

Selamat Tahun Baru 2016

(ditulis oleh penulis yang lagi nongkrong di perpustakaan publik yang akan tutup lebih cepat karena besok sudah ganti tahun…)

Batam – 1 Day Trip

Sebenarnya masih ada laporan jalan-jalan Bali yang belum diceritakan. Tapi itu nanti lagi deh gw tulis kalau gw belum lupa.

Jadi ceritanya kita pergi ke Batam berlima, dengan kapal kedua terpagi dari Singapura (jam 8.50 dari Harbourfront). Perjalanan memakan waktu 50 menit++ gitu deh. Sampai di sana, langsung pada tarik uang di ATM BCA, kemudian telpon bapak supir yang sudah standby dari jam 9 pagi waktu Batam.

Rencana kita untuk 1 hari di Batam adalah:

  1. Breakfast – Soto
  2. Jalan-jalan di Vihara Duta Maitreya dan Toa Pek Kong
  3. Jalan-jalan 1 jam di mall apapun
  4. Lunch – Ayam Bakar Taliwang
  5. Beli oleh-oleh
  6. Dinner – Seafood
  7. Menuju pelabuhan jam 8.30 untuk kapal terakhir

TEMPAT JALAN

Foto-foto jalan-jalan di Vihara dan Toa Pek Kong-nya dilihat dari Google aja ya. Gw komentar sedikit untuk tempat jalan-jalannya.

Vihara Duta Maitreya: ceritanya sih ini adalah candi Buddha terbesar di Asia Tenggara yang dibangun tahun 1991. Luasnya 4,5 hektar. Tempatnya gede banget sih emang. Tapi gak semua tempat bisa diakses sih. Jadi kita jalan-jalan sampe mentok di kantinnya, terus balik.

Toa Pek Kong: masih dalam pembangunan. Patung-patungnya lebih colorful, tapi kurang terawat ( as expected yak Sad smile ) dan bukannya gw menemukan penjelasan untuk setiap patung, yang gw temukan adalah tulisan nama sponsor yang sumbang si patung itu ke kuil. Satu patung yang memorable itu adalah patung raja kodok raksasa berhiaskan ukiran emas. Semua menebak summon-nya Jiraiya sudah mulai didewakan di Batam.

Continue reading