Prisoners’ Dillema

    Engkau mencapai kebesaran

    Kalau engkau tidak dirisaukan oleh kedudukan orang-orang yang ada di atasmu

    Dan kalau engkau membuat orang-orang yang berada di bawahmu tidak merisaukan kedudukanmu

    Kalau engkau tidak sombong terhadap orang-orang yang rendah

    Dan tidak rendah dengan orang-orang yang sombong

 

            Anthony de Mello, SJ, Doa Sang Katak 2

 

    Pelajaran Micro Economics kemarin adalah mengenai Game Theory and Application. Teori ekonomi yang dijelaskan berdasarkan teori game. Ada tiga teori, dan satu di antaranya mendapat perhatian lebih dari gw. Judulnya adalah “Prisoners’ dilemma”. Mari kita jelaskan dulu bagaimana cara bermainnya. Semua orang akan menginginkan dirinya berada pada Nash Equilibrium, yang berarti, semua orang akan ingin dirinya menang dari yang lain. Semakin jauh tingkat kemenangannya, semakin indahlah kemenangannya.

    Prisoners’ dilemma diceritakan dengan cerita seperti ini:

  1. Andaikan anda dan teman anda tertangkap melakukan kejahatan. Kalian berdua sama-sama ditangkap.
  2. Polisi memutuskan untuk menginterogasi anda dengan imbalan dan ancaman sebagai berikut:
    1. Jika anda dan teman anda mengaku, anda dan teman anda akan dikurung masing-masing 5 tahun.
    2. Jika anda dan teman anda tidak mengaku, anda dan teman anda akan dikurung masing-masing 1 tahun.
    3. Jika teman anda mengaku dan anda tidak, teman anda akan dibebaskan, dan anda akan dikurung 10 tahun.
    4. Jika anda mengaku dan teman anda tidak, anda akan dibebaskan, dan teman anda akan dikurung 10 tahun.
  3. Anda tidak diberikan kesempatan untuk berkompromi dengan teman anda. Anda harus memutuskan sendiri akan mengaku atau tidak

     

    Beginilah kira-kira tabelnya.

     

    YOUR FRIEND

     

    YOU

     

    Confess

    Do Not Confess

    Confess

    -5, -5

    0, -10

    Do Not Confess

    -10, 0

    -1, -1

        Yang mana yang akan anda pilih? a, b, c, d? jika anda dengan baik hati memilih yang terbaik, do not confess, dan mengharapkan teman ada memilih do not confess juga, sehingga kalian berdua mendapatkan hukuman yang paling minimal, anda tidak pernah tau apakah teman anda akan confess atau tidak. Bagaimana jika ia memilih confess? Anda akan terkurung 10 tahun di dalam penjara dan dia bebas

    Bukan pilihan yang mudah bukan? Gw terus memikirkan apa yang harus gw lakukan, tapi tetap saja tidak menemukan jawabannya yang terbaik.

    “Ini selalu terjadi dalam dunia bisnis” kata-kata dosen gw terngiang-ngiang lagi di kepala. “saya tau dalam hati kalian, kalian pasti mau jadi yang nomer 1 di kelas”. Semua diam. “orang yang berada di atas sekarang… berada di atas dengan menginjak kepala orang lain”…

    Aku sudah tahu itu dari dulu, tapi aku tidak pernah berpikir untuk menghadapinya… selalu berpikir, masih lama, entar aja baru dipikirin. Sekarang tau-tau udah keburu lewat 17 tahun. Nah loo… belum mikir lagi bagaimana gw harus menetapkan diri dalam dunia kerja. Sebagai orang baik? Sebagai orang lihai? Sebagai orang licik? Sebagai orang cerdik?

    Tidak ada jawaban yang salah dalam pertanyaan ini, tapi kemungkinan 90% gw akan memilih ‘confess’ yang ternyata adalah Nash Equilibrium untukku. Beberapa orang mungkin akan berpikir gw tipe orang yang akan menyelamatkan diri sendiri. Tapi sebenarnya gw berusaha jujur, dan gw tau. Pilihan dikurung dalam penjara 1 tahun itu… hanya buaian belaka dalam dunia ini. Selama masih ada setan di dunia, atau politik dalam dunia bisnis, tidak akan ada yang saling memikirkan orang lain. Karena dirinya sendiri tau bahwa akibat terhadap dirinya sendiri akan fatal.

    Tapi setelah memutuskan hal ini, aku jadi sedih sendiri…

  1. jika kita sama-sama confess, mungkin kita akan saling memaafkan diri di penjara,
  2. jika aku bebas, aku akan merasa sangat bersalah pada temanku.
  3. Jika aku tidak bebas, aku akan menyesali diriku yang bodoh
  4. Jika kita sama-sama do not confess, kita akan merasa teman kita sangat baik karena berani mengambil resiko ini.

    Setelah menuliskan hal di atas… aku baru sadar… orang lebih benci menyesali diri dibandingkan merasa bersalah pada orang lain. Disebut pengecutkah ini? pilihan d… itu sangat bagus ya. Di antara a, b, c, dan d, hanya d yang memberikan rasa ketenangan yang baik.

    Suatu saat hal ini akan terjadi. Apa yang akan ada lakukan? Jawaban “tergantung situasi dan mood” tidak diterima. Jawaban “nanti akan kupikirkan” tidak diterima. banyak cara mencegahnya, misalnya aku akan berusaha untuk lebih mengenal temanku sebelum akhirnya tertangkap bersama, dengan demikian aku dapat menebak jalan pikirannya. Namun hasil analisis dalam menebak jalan pikirannya nanti hanyalah akan berupa sebuah probabilitas. So choose the right way to live…

    Tapi satu hal yang aku yakini, aku adalah tipe orang yang tidak akan menginjak orang lain untuk naik ke atas. Menurut jalan hidupku, itu bukan cara yang beretika, aku menyadari bahwa aku bukan tipe yang ambisius sangat parah. Jabatan-jabatan lumayan tinggi yang kuperoleh itu kudapatkan dari hasil penghargaan orang terhadap kualitasku. Entah karena aku dimanfaatkan atau tidak oleh mereka, tapi bagaimanapun, aku tidak akan menginjak siapapun. Dan aku juga tidak bisa diinjak oleh siapapun. Karena itulah aku belajar, karena dari dulu aku tahu, orang yang tidak belajar akan diinjak… karena itulah aku berusaha demikian keras. Karena orang yang tidak berusaha akan diinjak.

 

We are in living in Roll Playing Game where we have right to choose to kill our enemy or not. As for me… I would kill them if they try to harm me. Should they try to hide and avoid me, I would spare their lives.

 

    Kalau anda? Jalan mana yang akan anda pilih?

 

 

 

 

5 thoughts on “Prisoners’ Dillema

  1. Hmm…I’ll bet my option to confess…Gw ini tipe penjudi tulen rasanya…dan rasanya semua orang di dunia ekonomi akan kek gitu (meskipun gw orang art)…tapi klo gw ada di posisi itu, gw akan judiin semuanya…all or nothing…soalnya dalam semua persoalan dilematis gw gamaw tanggung-tanggung..ancur ya ancur aja skalian…kalo mau menang…musti glorious!!! jgn maen aman…buat apa…tanggung kok…uda basah nyemplung skalian..hahaha..filosofi yang agak bodoh..tapi masalahnya dalam hal kayak gini ga ada yg pasti jg kan? krn ga ada yg pasti, skalian aja…mau ancur, ancur skalian…hhe…lagian, prinsip gw, gw ga suka bohong..jadi skalian mencoba menjalani hidup penuh kejujuran,hha…

  2. dari jaman kita setim cerdas cermat juga udah keliatan – -; yah, memang untuk menang harus mengorbankan segalanya. itukan yang namanya game… cuma agak gimanaaa gitu menyadari bahwa game-game yang gw mainkan selama ini ternyata hanya sebagian kecil dari game raksasa yang sedang gw jalani ini. hahaha…

  3. Ray : tapi ga semua harus dilawan tau ;). hehe. don’t worry bout me. gw orang yang optimis akan masa depan kok. anw, merry christmas!

    Marsel : yah, apa boleh buat, saya emang menyeramkan XD. pake bintang mas?? ah, gw aja udah lupa kata-katanya… err… bintang mas yang keluar, di luar ada … ada apa ya. wakakkak. tau ah. itung kancing lebih gampang :P. santailah semua orang kalau udah bingung juga bakal gambling kok. termasuk gw :). merry christmas Marsel!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s