Nangis…?

News    : Keadaan rumah gw saat ini…

    Astaga… beberapa hari terakhir Pamulang dingin sekali. Mungkin karena gw tinggal di dataran agak tingginya kali… kemarin hujan seharian, keluar kamar tanpa sweater adalah suatu kesalahan besar. Bahkan ruang tamu dinginnya udah kayak Puncak. Jadi, ngapain gw harus ke Puncak menikmati kemacetan dan udara dingin sementara ruang tamu gw menyediakan hawa dingin luar biasa? Yah, anyway, nyokap pakai sweater tebal, gw dengan sweater biru-ku tetap bisa bertahan dalam rumah. Untung kamar hangat. Tapi untuk pindah ke kamar sebelah buat nonton, sweater tetap diperlukan!!! Dan sekarang udah pagi, udaranya masih dingin, karena hujan baru berhenti… sweater biru-ku tidak boleh jauh-jauh dariku…

Eniwei…

    Hari ini habis nonton Oprah, yang membicarakan tentang semacam retreat yang membantu soul-searching. Ada ibu-ibu yang down karena bayinya meninggal setelah berumur 8 hari, ada yang suaminya terlalu keras sampai-sampai dia selalu patuh. Menurut psikolog, wanita itu selalu berpikir untuk membantu orang lain, sampai-sampai melupakan dirinya sendiri, harus mengurus anak, harus mengantar suami pergi kerja, harus mengurus rumah, dan akhir-akhirnya lupa mengurus diri sendiri. Padahal itu salah. Begitu katanya. Well, gw juga belum melakukan tugas-tugas di atas, tapi untungnya gw masih meluangkan diri untuk merawat diri sekalipun harus nge-GB-in orang, bikin tugas, project numpuk. Heheh.

    Bagaimanapun, ya para ibu pada menangis setelah itu dan sadar pada kesalahannya. Haha. Jadi ingat, selama ini gw retret udah dua kali, pas SD, SMP, dan SMA. Tapi belum pernah satu kali pun gw nangis pas sesi “introspeksi diri”. Bukannya bangga loh. Tapi gw ingat bagaimana cara-cara para pembimbing itu membuat kita merasa bersalah:

  • SD di Civita

    Testimonial gw        : Civita benar-benar tempat yang tenang dan menyenangkan. Benar-benar mansion idaman gw. Hohoho. Ada danau yang penuh teratai, ada pulau kecil di tengah danau, dan kita bisa naik perahu ke sana atau nyebrang lewat jembatan kecil. Sambil duduk di aulanya, kita bisa tetap lihat pemandangan di luar yang hijau dan ada pepohonan. Ada meja pingpong buat main (hahaha), menyenangkan untuk anak kecil. Dapur terpisah dalam bangunan tersendiri, jadi kebersihannya tetap terjaga dan kekotorannya tidak terlihat =.= (termasuk jalan ke dapurnya yang kalau malam ga ada lampu, bawa piring harus hati2 sekali tuh). Sayang… BANYAK NYAMUK. Tapi gw ga digigitin, karena pakai autan, (that is when I knew that I had allergic to that liquid stuff)

     

    Sesi Introspeksi diri    :

    • kita diingatkan betapa kita sering nakal, berbuat salah pada orang tua, sering nakal di sekolah sehingga orang tua sedih, sering mencontek sehingga orang tua sedih. All things which I have never done for all my life during elementary. Geez… gimana mau nangis, gw korban kenakalan anak-anak sekolah, gw pernah nyontek, dulu kelas 3 SD, sekali. Orang tua gw ga tau, karena tidak ada gunanya dikasih tau. Guru ga tau, orang tua ga tau, dan setelah sekali itu gw mencontek, teman gw marah sama gw karena merasa tidak adil. Okeh, I’ve learned something. I thought. Jadi gw memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, karena gw benci ketidakadilan (beginilah kalau kebanyakan nonton film Power Ranger dan Satria Baja Hitam).
    • Gw inget betapa gw bingung melihat anak-anak itu menangis. Memangnya mereka senakal itukah? Kok rasanya lebih nakal gw ya? Orang tua sedih? Ermm… gw sadar bagaimana cara orang tua gw menyelesaikan masalah. Setelah diselesaikan, lupakan, dan berusaha lebih baik lagi. Memandang masa depan itu yang paling benar. Kenapa harus menyiksa diri dengan kesalahan yang sudah terjadi? Itukah yang namanya menyesal? Jadi sambil teman-temanku menangis, aku sibuk memikirkan bagaimana caranya meng-adjust diriku supaya aku bisa menangis. Haha. And then, I saw my best friend slept comfortably besides me. Wahahaha. Dan gw merasa tenang, hanya saja, demi suster yang akhirnya datang memeluk kami satu persatu, aku pura-pura menangis. Untungnya gelap, jadinya, dia ga tau gw benar-benar menangis atau nggak.
    • In the end, waktu disuruh nulis surat sayang ke orang tua, gw malah menceritakan satu halaman penuh mansion Civita idaman gw itu plus bangunan-bangunan dan danaunya. hohoo.

       

  • SMP di Canossa

    Testimonial gw        : Canossa, lebih simple dari Civita. Tidak ada danau. Hanya ada kamar, ruang makan, dan tempat jalan salib yang mengagumkan.

     

    Sesi Introspeksi diri    :

    • Agak lupa, tapi kurang lebih sama dengan saat SD. Haah… membosankan… gw sudah tidak menangis lagi. Satu hal yang membuatku kesal adalah cara ia menghiperboliskan penderitaan orang tua itu sendiri. Orang tua kita dibuat seakan-akan SANGAT AMAT MENDERITA SEKALI karena kita. Well, untuk beberapa kasus anak sangat nakal, itu jelas hal yang mempan. Mereka merasa bersalah, nangis, terus besoknya nakal lagi di sekolah. WHAT THE HELL…

     

  • SMA di Biara St. Clara

    Testimonial gw        : wah tempat yang menyenangkan di daerah Puncak sonoan dikit. Dingin, hujan tak pernah berhenti namun banjir tak kunjung datang. Suasana sangat tenang karena itu adalah biara. Malam-malam, semua anak kelaparan karena udara dingin dan menyeduh pop mie ramai-ramai. Kemudian makan di luar kamar sambil ngobrol. Ohohoho. Bruder pembimbing kami pun mengagumkan, selain membacakan arti garis tangan gw (karena dia bisa baca aura), ia juga benar-benar pembimbing yang encouraging, dan bukan pembimbing yang hobi mempersalahkan setiap orang.

     

    Sesi Introspeksi diri    :

    • Bruder minta satu guru untuk duduk di depan resemble our mother gitu… terus, diiket bak tahanan. Ya pokoknya setiap ikatan talinya menyatakan kesalahan yang kita perbuat terhadap orang tua kita. Wah, menggugah. Semakin diikat, yang cewek-cewek semakin keras nangisnya. Gw ingat satu temen gw akhirnya berlari melepaskan tali-tali itu, diikuti semua teman gw. Gw yang tidak merasakan apapun karena seperti biasa – -; (duh), gw adalah anak yang berusaha keras untuk memenuhi keinginan orang tua, jadi tidak merasa bahwa gw telah mengikat orang tuaku dengan tali tak terlihat atau apa pun.
    • Tapi… daripada dianggap cewek tidak sensitive… hiks hiks. Ya udah gw ikut bangun membantu melepaskan talinya. (ga kedapetan juga akhirnya. Ibu guru gw dikelilingi segerombolan anak yang menangis tersedu-sedu).

Apakah mereka yang menangis itu akan menyesal nanti sesampai di rumah, tidak ada yang tahu =). Bagaimanapun, gw adalah orang yang benci menyesal, dan selalu merasa bahwa hidup itu tidak boleh disesali, tapi harus diperbaiki. Memandang ke depan… depan… depan… depan… masa lalu hanya dipakai sebagai motivator, dan bukan untuk disesali… J

4 thoughts on “Nangis…?

  1. wey fiona, lokasi retret kita pas sd sama persis, hoho. Jangan2 di tempat yang sama pula. haha, acaranya jg sama persis fiona, g dlo sd kg pernah nyontek, jd ga merasa bersalah, plg2 dapet nilai jelek doank. haha.

  2. Hmm…honestly,I never cried through that all session…don’t know why…I ain’t a strong person either…crying is something I would do if I just don’t know what else I can do to make things better…Gataw mau ngapain…akhirnya menangis..bukan karena menyesal juga sie…

    Masalah masa lalu…however…our past will always be a part of us…it won’t ever change…Apapun yang terjadi di masa lalu bukan buat diingkari…tapi mungkin masa lalu ini yang membuat orang lain susah menerima kita apa adanya…however…it will never change…jadi ya diterima aja…and try to make a better feature somehow…happy new year yoo…

    what’s ur resolution?

  3. Haris :
    mungkin di tempat yang sama. setau gw Civita cuma ada di daerah Ciputat arah Parung doang. hohoho. bener juga ya. kalau dulu dibilang, “kesian ortu kamu, kamu dapat nilai jelek terus, nah, mungkin gw nangis.” wahahaha.

    Raynata :
    ya, begitulah. lu hobi merangkum blog gw ya. wkk. happy new year juga. resolution? itu rahasia… :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s