Renungan jam 11 pagi

Hidupmu indah bila kau tau jalan mana yang benar

Harapan ada, bila kau mengerti

Harapan ada, bila kau percaya

-Denias OST-

*sob* Abis nonton film Denias di TV. Udah basi banget yak gw nonton pelm begini. Tapi gw nangis loh. Terharu… gw menghargai orang-orang yang sangat berniat sekolah. Kalau inget temen-temen gw gak mau belajar… haaaaah… jadi sedih =(… ada yang mati-matian menyebrang gunung biar bisa sekolah, tapi ada yang malas sekolah meskipun udah dibayarin mahal-mahal…

…Ironis gak sih…

Dan kemudian… pemandangannya… BAGUUS… T_T

 

But …Ini nih yang mau gw omongin…

Gw benar-benar bersyukur lingkungan rumah gw masih agak asri, meskipun gak sekeren pemandangan di filmnya…

Tapi kalau dibandingkan dengan Jakarta… ~~; oh tidak… Jakarta… kenapa kamu penuh asaaap… dan gw makin sensi lagi kalau… ada motor, yang ngeluarin asap hitam… terus pengemudinya merokok!!! Apa masih kurang asap di Jakarta? Sementara itu… gaya hidup di Jakarta membuat banyak orang tidak peduli akan kerusakan lingkungan di Jakarta. Dan mereka lebih tidak sadar lagi betapa panasnya Jakarta sekarang. Abis di Mall ada AC, di kampus ada AC, dan di mobil pun ada AC. Sampe rumah, kalau panas, ada AC.

Gw pernah ngomong sama temen gw, kalau gw mau mencegah global warming, tapi sejauh ini gw cuman ngelakuin satu hal, which is “gak buang sampah sembarangan”… kemudian teman gw bilang, bisa kok kita ngelakuin hal lain, misalnya “gak minta plastik kalau belanjaan cuman sedikit”. Jadi kemarin pas belanja, kita gak minta plastik sama sekali. Dan akhirnya setelah kita hitung-hitung, kita bisa menghemat 6 plastik lebih! Lumayan juga… =).

Huuah!! Penulis akan terus melakukan semua hal yang baik untuk lingkungan. Ini demi kelangsungan hidup setiap orang. Kenapa yang lain tidak sadar =(. Mereka cuma bilang “sadar” tapi gak ngelakuin apa-apa… hiks hiks… kadang gw berpikir, kenapa harus ada mall… lingkungan ini begitu indah. Udaranya begitu sejuk. Tapi ternyata di Jakarta kagak ada pohon. Bah. Yang sejuk ya di dalam mall. Pantes aja temen-temen gw hidupnya di dalam mall.

Gw gak peduli mo elit, mo prestige, mo keren, mo berstatus, mo branded. What the hell I don’t care about that. Bodoh sekali kalau merasa bangga hidup di dalam mall karena semua hal yang gw sebutin itu. X(… gw gak peduli gw bakal jadi orang kaya atau nggak. Eh peduli sih. Gw harus jadi orang kaya. Gw perlu menggunakan uangnya untuk menolong sesama gw yang kesusahan. Daripada jatuh ke tangan yang salah… karena gw sekarang tau, saat uang dalam jumlah banyak jatuh ke orang yang salah, uang itu menghancurkan mereka, bukan membahagiakan mereka. Manusia perlu mempelajari dan memahami esensi kehidupan sebelum bercita-cita memiliki uang banyak. Manusia perlu menetapkan hati, mau diapakan uang itu setelah banyak. Bersenang-senang mungkin salah satu pilihannya, tapi pikirkanlah karmanya. Pikirkanlah akibatnya. Tidak ada perbuatan tanpa efek samping.

Gw pernah punya cita-cita, mau punya panti asuhan dan rumah sakit gratis di Indonesia. tapi sepertinya cita-cita temen gw harus terwujud dulu. PERPUSTAKAAN. =). Benar juga. Punya perpustakaan gratis di mana-mana akan lebih berguna bagi generasi berikutnya. I’ll make up my mind.

Hmm… tapi nanti waktu gw udah punya suami, gw pasti akan support suami gw sepenuhnya. Dan untuk hal itu, tujuan hidup gw mungkin akan terbagi lagi. Terus gimana kalau gw dapat suami yang kerjaannya loncat loncat nyebrang lautan. Huehuehue. Jadi kepikiran yang nggak-nggak deh.

Eniwei… Bagaimana dengan… tujuan hidup?

Tapi kalau anda-anda pernah mikir, kalian punya tujuan hidup gak sih di dunia? Beberapa yang gw kenal punya tujuan hidup. Gw juga pernah punya mimpi, gw mau punya satu invention yang diakui dunia, atau setidaknya meninggalkan jejak di dunia waktu gw sudah gak ada lagi di dunia. Hahaha. Temen gw punya cita-cita, mau menikmati hidup semaksimal mungkin… tapi apakah itu yang namanya tujuan hidup? Karena gw tau kalimat “menikmati hidup semaksimal mungkin” itu… INFINITE. Infinite itu tidak terbatas. Kalau tidak terbatas, lah kapan tercapainya? Gw gak ngerti. ^^ maaf ya, tapi menurut gw, menikmati hidup semaksimal mungkin itu meaningless sekali… dan… ya ampun… kenapa “menikmati hidup” harus jadi cita-cita sih? Lo gak liat gw? Gw lagi duduk menikmati hidup, dengerin lagu, sambil ngetik. Jiwa gw tenang sekali. Gw memandang masalah sebagai hal yang wajar dalam hidup, semua yang harus diterima. Meskipun tangisan, kesedihan, dan trauma mengiringi, itu hal yang wajar. Gw juga pernah depresi kok. Tapi kalau tidak ada hal itu, bagaimana gw belajar bersyukur atas kebahagiaan yang nanti akan gw terima? Bukankah hidup itu indah? Bukankah harusnya kalian sedang menikmati hidup kalian sekarang? Itu bukan tujuan hidup. Kalian bisa mendapatkannya kapan pun kalian mau.

End

Okeh, selesai sampai di sini. Kalau lagi mikir gak jelas emang blognya jadi penuh renungan renungan aneh. And I feel better setelah menuliskannya. Karena gw merasa pikiran gw terlalu banyak. Banyak yang harus dibuang dalam bentuk tulisan supaya otak gw bisa terus menerima hal baru. Besok kalau sempat, gw mau nulis tentang cara pandang orang tua sama anak. Karena gw menemukan ternyata banyak teman-teman gw yang bermasalah dengan orang tuanya. Well, gw juga berbeda pandangan. Tapi syukur deh orang tua gw meskipun ketat, tapi cukup demokratis, jadi bisa didemo. Heheh. (tapi gw gak anarkis kok, gak kayak mahasiswa gak tau aturan yang hobi hancurin jalan atau bikin macet :P )

2 thoughts on “Renungan jam 11 pagi

  1. Oh great. Great to have such a nice and grace thought (for all part of this blog). Really.

    Enjoy life is meaningless? Haha.. Even when you listen to music, typing, see problems as ordinary problem, de el el, … you …, are, enjoying life. Even when you are depressed, even when going on with living, or even when you’re accepting sorrow as a path to happiness, you, are, enjoying your life.. haha..

    Yes it’s infinite and never can be reached. But at least it can bring you to another level of seeing world from different view. Like you do now.

    Bingung..? Enjoy aja.. A-Mild.. haha.

  2. Kijang: thanks :). i thought no one would read this since it’s kinda boring, i guess. but thanks for commenting. yes. enjoying life is not a life purpose. it’s more like a way of living. At least, that’s how I see it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s