Merenung biar nggak ngantuk

Gw selalu bersyukur sama Tuhan sejak sampai sini (bukannya di indo gak bersyukur sih), tapi gw yang sama sekali gak pernah mimpi bakal keluar negeri, akhirnya benar-benar sampai di sini dengan selamat. duduk di depan komputer gw, memandangi gagak-gagak dan kakak tua beterbangan dengan riang gembira di pucuk daun-daun yang sudah mulai berguguran.

Orang-orang di sini cukup mengagumi indonesia. mereka lumayan takjub liat ada orang indonesia nyasar di suburb. sekolah dengan riang, memuji-muji public transport mereka. mereka kaget denger gaji buruh di indonesia minimal 6 digit.

Teman gw nanya gw, “Do you hate Indonesia?” gw jawab “no, i don’t”. dan dia bilang dia benci negara dia. dia mau tinggal di sini.
Harus gw akui, gw suka banget di sini. Udaranya bersih, nggak terlalu macet, bus-bus punya jadwal. kalau lagi jalan kaki gak perlu takut hisap asap knalpot…
Kalau ditanya, mau tinggal di sini bareng keluarga lo nanti?

jawaban gw: mau banget.

Alasan, gaji di sini lebih baik daripada di indo, dan yang paling penting, pendidikan sangat dihargai, riset didukung…

tapi kalau ditanya, mau pulang lagi ke indonesia?

jawaban gw: harus.

gw rasa ada alasan kenapa gw dilahirkan di Indonesia dan bukan di Australia ato negara berkembang lainnya. Dulu gw suka iri liat anak-anak orang kaya yang bisa belanja seenaknya di Senayan City… Kalau ditanya, mau nggak hidup kayak gitu? mau donk. tapi gw tidak dilahirkan dengan kondisi seperti ini. Gw lahir di Pontianak, seminggu setelah lahir dibawa ke Pamulang, kota kecil, belajar di sekolah yang tidak terkenal, pendidikan saat itu masih kalah jauh sama SMUK1, kenal internet aja pas SMP naik SMA. Kalau dilihat-lihat, gw tidak termasuk orang yang beruntung di mata dunia. coba bandingkan dengan artis-artis hollywood yang punya talenta, dikembangkan sejak kecil, jadi kaya di umur remaja, hidup bahagia dengan keluarganya sekarang, punya mansion villa, keliling luar negeri. :D.

Waktu mau ke australia, semua orang menyarankan gw untuk kerja, mereka bilang, enak bisa part-time, enak bisa kerja dengan gaji gede… saat itu gw mikir, loh, bener juga, kok gw gak kepikiran hal itu ya… kenapa gw malah semangat mau ketemu dosen-dosen gw nanti ya?

Kemudian gw ketemu banyak teman-teman sesama exhange, semua apply kerja di mana-mana. Gw? boro-boro.

Gw menikmati masa-masa belajar gw. Emang sih nggak aktif di kampus. Tapi semua pelajaran yang gw ambil adalah BARU sekali buat gw. gw gak tau bagaimana nasib gw saat Final Exam nanti. tapi sekalipun gw ngomel panjang tiada henti mengenai assignment gw, gw harus mengakui. gw sangat menikmati. gw nggak jalan-jalan sebanyak teman-teman gw yang lain. gw lebih banyak tinggal di rumah, masak, ngerjain project, ke kampus, ke gereja, ke city beberapa kali, mengunjungi museum, botanical garden… tapi gw senang project sudah gw submit. dan project-project ini masih bisa dikembangkan lagi nanti di kemudian hari…

Pengeluaran gw gak banyak. Gw sering makan sayur, bukan karena hemat, tapi karena suka makan sayur. Gw makan di rumah, bukan karena hemat, tapi keadaan memungkinkan gw untuk makan di rumah. Gw nggak kerja, bukan karena merasa kaya, tapi karena gw memilih fokus ke pelajaran. Gw gak hemat-hemat sekali, tapi gw nggak berlebihan. Gw makan seadanya, gw jalan-jalan seadanya, gw hidup seadanya.

Setelah ini, ada tawaran extend 1 semester, mungkin akan gw ambil, dan setelah ini, gw akan cari beasiswa lagi. Gw punya rencana untuk belajar di luar negeri. tapi gw berjanji sama diri gw sendiri. Suatu saat gw harus pulang ke Indonesia, ada sistem pendidikan yang perlu dibenahi. ada ribuan anak jalanan yang perlu disekolahkan, ada banyak panti asuhan yang kekurangan biaya, ada panti rehabilitasi yang butuh sukarelawan… masak gw tega ninggalin mereka????

okeh, mood berjiwa sosial gw lagi naik…

bohong kalau gw bilang, gw gak butuh uang. gw mulai cari uang dari sekarang, gw mulai simpan uang dari sekarang, gw butuh cari investasi dan pemasukkan pasif dari sekarang. kenapa? karena gw perlu mendedikasikan hidup gw untuk napsu “berjiwa sosial” gw… >_<… gw mau bantu orang tanpa perlu mengharapkan uangnya… gw mau menyekolahkan anak-anak yang senang sekolah tapi gak mampu, gw mau mereka juga bisa belajar kayak gw…

semua itu gak mungkin kalau gw masih mikirin diri sendiri.

gw ini jujur, polos, dan egois. gw gak mau bantu orang kalau gw belom bisa bantu diri gw sendiri.

Sampai saat ini, gw masih bersyukur. Thx God, semua disediakan. semuanya bagai keajaiban. perjalanan gw sampai di sini, benar-benar tiada hambatan. Semuanya entah serba kebetulan atau gimana, tapi selalu ada jalan keluar untuk semua yang gw alami di sini. misalnya, cari akomodasi. Teman-teman gw spend berbulan-bulan untuk cari rumah. sampai sekarang masih ada yang homeless. … Nah gw? sampai sini, dalam 3 hari dapat kamar kosong. Semua orang bilang kita beruntung. gw cuma bisa bilang, Tuhan membimbing :).

Banyak hal yang gw pelajari di sini, termasuk pepatah “manusia tidak pernah puas”, itu benar adanya.

dan apakah gw akan ditakdirkan kembali ke Indonesia? Gw tidak tau. Tapi ada keinginan kecil dalam hati ini untuk membantu mereka yang kesusahan, dan seandainya diri ini mampu hidup tanpa uang, mungkin gw sudah join ke yayasan Tsu Chi sejak lama. hahaha.

Apakah gw sanggup? Mungkinkah gw sedang dipersiapkan untuk itu?

~kruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk

………………………………………

*lapar, bikin mie kuah ah*

THE END

3 thoughts on “Merenung biar nggak ngantuk

  1. I wish u luck 4 ur dreams (can I call them dreams?? or missions?? err whatever d, sebutan ga tlalu penting wkwk) smoga bs tercapai krn anak2 indo byk yg mw sekolah tp ga bs (cthny kek anak2 laskar pelangi he5) walopun skrg ud ad program skolah gratis (yg bintang iklanny bu Muslimah nyanyi2-pasti lu blm liat wkwk) tp kekny program it agak ga mgk bs jlan 100%… dan hopefully, dgn pendidikan yg baik, tabiat org indo yg jelek2 bs brubah he5..

  2. @juwita:
    thx buat doanya :D. iya. dan gara-gara nonton laskar pelangi, semangat gw tambah tinggi lagi. dan program sekolah gratisnya O_o…. oh noo belom tau sama sekali gw. hahahaha. tapi bagus donk ada kemajuan :D :D. gw turut senang. hoho

    gw sadar sih negara berkembang kayak indo gak terlalu mentingin pendidikan dibanding ekonomi. :(. padahal, dengan semakin terdidiknya anak bangsa, bakal lebih banyak generasi yang bisa memajukan bangsa… termasuk finding the best way untuk memperbaiki ekonominya. Plus, kalau seandainya pendidikan mereka baik, harusnya etika mereka jadi terjaga lah ya (tapi ini gak jaminan sih…)

    tapi btw… gw baru sadar loh. negara kita mengakui sampe 5 agama……… kok level korupsinya masih tinggi sih. hahaha. *geleng2 dah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s