Omong-omong soal debat mendebat…

Internet jaman sekarang ini mengijinkan siapapun untuk komen tanpa menunjukkan identitas asli, akibatnya mereka bisa seenaknya aja memberi komentar tanpa merasa perlu bertanggung jawab atas komentar mereka… Orang-orang bilang “yah namanya juga internet. INTERNET GITU LOH…”… well, I do agree with it, tapi gw merasa perlu menuliskan ini untuk dipikirkan kembali setelah membicarakan topik ini bersama teman gw di suatu hari minggu yang cerah.

So here is our conclusion. Mendebat pendapat orang di internet, seharusnya dilakukan dengan cara yang benar, bahwa:

Mendebat itu mendiskusikan ide yang dituliskan, dan BUKAN mendiskusikan orang yg pro sama ide itu sendiri

Kenyataan bahwa hal ini sering terjadi, terutama di kaskus atau forum-forum lainnya, bahkan blog gw sendiri sering kedapetan komentar-komentar yang membicarakan tata bahasa gw sebagai penulis, which is not the real problem. Teman gw bilang (kurang dan lebihnya seperti ini):

“jadi seharusnya kita gak boleh komentar ah elu kan gak tau apa-apa tentang organisasi kita! Jadi lu gak berhak komentar!“, dan sebagainya.

atau

rasain dulu sendiri baru ngomong! Gw tantang lu!

atau

cara penulisan lu SOMBONG sekali!! gw gak suka.

Yah begitu deh kira-kira hasil dari ‘rapat singkat kehidupan’ gw.

Conclusion

  1. komentar-komentar yang menyerang penulis sebuah ide tidak pernah mengimprovisasi ide yang dituliskan di dalam suatu tulisan
  2. komentar-komentar yang menyerang penulis sebuah ide, bersifat memprovokasi dan menimbulkan emosi-emosi yang tidak diperlukan sehingga menghambat usaha penulis untuk membagikan idenya pada dunia.

And that’s all folks, dan setelah mendiskusikan hal ini, gw sendiri juga mulai belajar untuk mengkomentari orang dengan tata cara yang benar, baik secara online maupun secara offline (saat berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang di sekitar kita). :D

 

FIN

2 thoughts on “Omong-omong soal debat mendebat…

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Ad_hominem

    Di forum2 yg gw kunjungi biasanya orang2nya dah terdidik koq, klo ada yang berargumen cara kampung gitu pasti dimarahin hehehe…

    Some people are just not used to the idea that debate should be impersonal and free from emotional influences.

    -Kurniady

  2. terima kasih atas linknya. :D

    orang terdidik pasti ada donk. Kita-kita ini kan belajar juga dari Internet, pasti setidaknya ada yang terdidik (maksud lu terdidik di sini = tau cara beragumen yang baik kan). Tapi ada yg terdidik, bukan berarti semua terdidik kan. Kadang-kadang tuh kalau jumlah ‘terdidik’ dan ‘tidak terdidik’ itu proporsinya udah hampir sama banyaknya dalam sebuah thread, jadi ada marah-marahan -__-; … kan jadi gak seru lagi… (jadi OOT sebentar, etc)

    Kadang-kadang gw penasaran aja, apakah mereka yang suka beragumen dengan perasaan itu sadar kalau argumen mereka tidak akan membawa mereka ke mana-mana… makanya gw tulis aja :P. lumayan untuk bahan pembelajaran. Siapa tau hasil renungan gw yang salah? hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s