Omong-omong soal orang tua…

“mereka (orang tua) ngomong kenapa anak gw jadi begini?? Padahal mereka tidak sadar mereka juga punya andil dalam membentuk anak-anaknya.” – Ika (lu inget kan pernah ngomong kayak gini ka? Mungkin gw salah quote??)

Ini adalah artikel versi gw setelah temen gw menuliskan versinya di facebook.

Orang tua, baik sadar ataupun tidak, berperan penting dalam proses pertumbuhan seorang anak. Apa yang mereka ajarkan, atau apa yang mereka contohkan sewaktu anak-anak masih kecil, akan memberikan dampak kepada perilaku si anak sewaktu dewasa.

Topik hari ini adalah… “Yang Diajarkan Orang Tua Padaku” Gw mengakui orang tua gw punya peran besar dalam diri gw, secara gw anak penurut. Jadi yang dikasih tau orang tua gw, gw telen mentah-mentah waktu masih kecil…

  1. Jangan pernah berbohong

    Gw pernah bohong dulu waktu kelas 3 SD, it is my first time lying. Bohongnya pun gak penting. Intinya ekskul gw di-cancel, jadi gw pergi main ke rumah temen aja. Tapi gw bilangnya pergi ekskul. Nah, gw tulis tuh di buku harian gw. Nyokap gw menemukannya, dan gw dipaksa berjanji supaya gw tidak pernah berbohong lagi. Itu kelas 3 SD lho. Sampai sekarang gw masih ingat janji itu. Sampai sekarang gw jarang banget bohong, bahkan karena udah gak kebiasaan bohong, gw keliatan banget kalau lagi mau bohong… >.<

  2. Mandiri…

    Mandiri dalam hal ini adalah, mengerjakan tugas sendiri, melakukan sendiri tugas yang bisa gw lakukan sendiri. Ini karena, waktu itu Jojo udah mau lahir, dan kita gak punya pembantu, dan nyokap gw sangat sibuk. Karena itu, sejak kelas 3 SD juga, nyokap gw bilang kalau gw udah punya adik, mama sibuk ngurus adik, jadi gw harus belajar mandiri, kerjain tugas sendiri ya… gw ngangguk-ngangguk. Kebawa-bawa deh sekarang… kalau tugas bisa gw lakukan sendiri, gw lakukan sendiri………. Level individualistis meningkat. Haiz…

  3. Sopan Santun

    Kalau ketemu tetangga harus nyapa, liat tuh anak tetangga ramah. Lalala lilili. Kenyataannya sih gw cuma ngangguk ajah. :P.

  4. Berbakti

    Orang tua harus dihormati. Orang tua harus dirawat saat mereka tua.

  5. Menjaga rahasia

    Rahasia itu harus dijaga, tidak boleh dibocorkan.

Kalau diingat-ingat, banyak hal yang diajarkan orang tua gw, baik salah maupun benar. Gw tulis yang baik-baik doang :P. Kenyataannya banyak juga ajaran yang menurut pandangan gw tidak benar. Tapi gw belajar mem-filter pengajaran yang gw dapat sejak gw masuk SMP atau SMA. Berbeda pandangan dengan orang tua? Itu biasa :D. Satu hal yang baik dari orang tua gw adalah, mau gw jadi pembunuh kek, mau gw jadi penjahat kek, mereka mencintai gw apa adanya.

Ingat artikel gw tentang aborsi? Pastur dalam seminar itu berkata demikian “Untuk para orang tua: “Children should be loved, not wanted. welcome children as they are” (Anak-anak harus dicintai, bukan diinginkan. Terimalah anak kalian apa adanya).”

Dalam kehidupan, beberapa orang tua yang gw temui mengharapkan anaknya untuk menjadi apa yang mereka impikan. Mereka punya anggapan, “anak kecil tidak tahu apa-apa. Gw sebagai orang tua adalah yang paling tahu”. Mereka lupa, seiring dengan anak itu tumbuh dewasa, mereka mulai punya pemikiran sendiri, dan saat mereka mencoba mengkomunikasikannya, mereka hanya mendapatkan makian “kamu anak tahu apa! Pokoknya gak boleh!”. Efeknya buruk lho. Anak-anak jadi bingung, mereka bertanya pada lingkungan, mereka mencontoh lingkungan mereka, mereka bertanya pada teman. Sukur-sukur temannya baik, kalau ternyata temannya memberikan contoh buruk? Di sinilah orang tua menyalahkan faktor “lingkungan”.

Gw ingat orang-orang kantor gw suka ngebanding-bandingin gw sama satu orang yang seumuran gw juga di kantor, kenapa gw berbeda sekali, dan mereka bertanya-tanya, bagaimana caranya bisa punya anak kayak gw, dan bisa punya anak kayak tuh orang. Kesimpulan dari pertanyaan mereka adalah “ini gara-gara lingkungan”. Titik.

Padahal tidak hanya itu. Lingkungan memang berpengaruh, tapi kadang orang tua tidak sadar kalau mereka menyalahkan lingkungan atas pengajaran mereka yang tidak dimengerti oleh anak-anaknya. Jadi, jika anda orang tua, tanyakan pada diri anda “apakah pengajaranku dimengerti oleh anak-anakku?”, karena setelah gw berumur 22 tahun lebih beberapa bulan, gw baru tau kalau masih ada teman-teman gw yang tidak mengerti kenapa orang tuanya bersikap begini dan begitu, dan akhirnya mereka memilih bertindak seenaknya.

Anyway, orang tua mungkin bukan guru terbaik kita di saat kita bersiap menghadapi kehidupan. Mereka punya kehidupan sendiri, dan mereka pun punya pandangan yang salah. Sebagai anak, gw juga punya pandangan yang tidak dewasa, ataupun pandangan yang salah. Namun apapun itu, bagaimanapun orang tua lah yang membesarkan kita dengan harapan terbaik dalam diri kita. Karena itu, jangan ragu-ragu mengutarakan pendapat kita kepada orang tua. Menurut gw, orang tua yang baik adalah orang tua yang bersedia mendengarkan pandangan anaknya dan mendiskusikannya bersama. Remember, never judge before you discuss.

Akhir Kata…

…how about u?
What Did U’r Parents Teach U?
dan masih kah kau mengingatnya? melakukannya?

3 thoughts on “Omong-omong soal orang tua…

  1. ortu gw mngajarkan gw utk :
    Jgn berjudi.. Haha soale judi it bkin ketagihan n bs bkin duit ludes hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s