Make Up

Haaiii gw kembali menulis di blog!! *bersorak*… Tapi kayaknya nggak ada yang kangen sama gw =(… hiks hiks… *ya iyalaa… sape loo sampe gw harus kangen…*

Ehm… oke sekarang gw mau curhat… gw… nggak punya cerita sama sekali untuk ditulis … >.< karena kerjaan gw sekarang adalah: kuliah, ngantor, dan skripsi. Di kantor kerjaan gw cuman… kerja… dan makan siang. Gosip-gosip dan cerita kehidupan sih sangat amat menarik di kantor gwe. Tersanjung aja kalah terkenal. Cinta Fitri? Beuh… jelek banget tuh film dibandingin sama episode kehidupan di kantor gw…

Fi, lu kan gak pernah nonton Tersanjung ato Cinta Fitri?

Oh, iya ya… ehehehehe

………………………………………….

Ya whatever, yang penting gw cuma mau bilang, sinetron di kantor gw itu seru, tapi tidak boleh dipublikasikan… Jadi maaf saudara sekalian, tidak ada cerita soal itu…

Sebagai gantinya, gw cerita tentang diri gw aja lah. Penulis itu anak yang cantik, manis, pintar, baik hati, dan berbakti pada orang tua… eh eh, jangan ditutup dulu blog gw…

Semua hal di atas adalah benar lho…

Sayangnya meskipun ia manis, cantik, dan pintar, ia selalu dikomplain oleh orang kantornya…

“kamu… gak pakai make up ya?”

Sementara semua orang di kantor jenuh dengan kemarahan atasannya karena kerjaan mereka nggak bener, gw dipertanyakan karena tidak pakai make up.

“Kamu gak sisiran ya?”

Kemudian, kadang-kadang gw telat bangun sehingga mandi dengan cepat *ya elah… kerja siang-siang aja masih telat… dasar manusia nggak tau diri*… dan langsung menuju kantor dengan terburu-buru sehingga lupa (baca: tidak perlu) sisiran dengan sisir. Bagaimanapun penulis masih sisiran dengan jari. Jari adalah sisir yang paling alami. Dengan menyisir dengan jari, anda menghindarkan penciptaan listrik statis yang dihasilkan dari sisir plastik dengan rambut anda (ingat pelajaran SD?), karena itu, penulis menganjurkan, sisirlah rambut anda dengan garpu atau dengan jari jemari anda.

“Kamu cuci muka pakai sabun apa?”

Terima kasih kepada kulit penulis yang kering sehingga jerawat pun enggan menempel, sebagai gantinya, penulis nggak perlu cuci muka pakai sabun apapun. Begitu ditanya, penulis bingung dan menjawab “pakai air hangat”… meskipun tau bahwa air hangat bukanlah jenis sabun… namun air hangat tetaplah senyawa kimia dan karena itu mereka berada dalam kategori yang sama dengan sabun yang adalah juga senyawa kimia. Betul?

Ya… itulah sekilas teguran halus dari orang kantor penulis terhadapnya… dan… sampai sekarang penulis masih tidak tertarik untuk make up… dan penulis bertanya balik dengan polosnya kepada orang-orang kantor…

“emang make up buat apaan sih?”

Dan kenapa disebut make up??? Bos gw mengakui sih, ada orang yang cantik natural sehingga gak perlu di make up, dan ada yang jueleknya minta ampun sampe harus disembunyiin pake make up, dan ada juga yang make up just because they like it. So gak ada paksaan untuk make up toh? Do it when you want, no need to do it if you don’t find it useful… Yap, yap, setelah beberapa lama, sudah tidak ada pembahasan mengenai make up lagi. Gw rasa orang kantor udah terbiasa dengan muka “baru bangun tidur” gw… fufufu.

In conclusion, gw bakal pakai make up suatu saat… tapi entah kapan. Entahh kapaan… jadi jangan tanya gw “lu kok gak pake make up?” >.<

 

— curhat… selesai, selanjutnya mengheningkan cipta… — *bukan upacara bendera woi… digeplak sandal jepit*

5 thoughts on “Make Up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s