Hari itu pukul 10 malam… aku masih di kantor melanjutkan lembur… pemandangan di luar kantor pada waktu malam sangatlah indah. Lampu gedung berkelap-kelip menandakan banyaknya orang-orang yang bernasib sama denganku. Dari kejauhan terlihat sebuah menara yang tinggi sekali. Dari menara itu hanya terlihat sebuah lampu berwarna merah yang terus menyala tanpa aku ketahui artinya.

Malam itu seharusnya menjadi malam-malam yang biasa saja, namun tiba-tiba saja terjadi guncangan keras di ruanganku. Ternyata terjadi gempa malam itu. Aku dan teman-teman kantorku langsung serentak berlari keluar. Namun apa daya ruangan tempat kami bekerja terlalu tinggi sehingga kami memutuskan untuk lari ke lantai paling atas saja karena lari ke bawah pun tidak ada gunanya karena terlalu jauh. Sesampainya di atas, kami benar-benar terkejut karena ada sebuah helikopter mendarat di sana.

Suasana hiruk pikuk di bawah, entah bagaimana kami semua berhasil menaiki helikopter tersebut dan melihat semua orang berlarian panik di bawah. Mungkinkah terjadi perang? Aku melihat ke bawah dan merasa agak takut. Helikopter itu terbang terlalu rendah, dan aku bisa melihat gedung-gedung kaca di sekitarku. Tiba-tiba saja helikopter itu ditembak oleh sesuatu dari bawah. Kami semua panik, tidak terkecuali diriku. Aku berpegangan erat-erat pada helikopter itu. “KITA AKAN JATUH!!” teriak temanku, dan satu-satunya hal yang terpikir dalam kepalaku adalah, aku belum mau mati. Dan dengan segenap kekuatanku, ketika helikopter itu menukik menuju atap gedung yang lebih rendah, aku langsung meloncat turun dari helikopter.

Aku jatuh terguling-guling di tanah hingga akhirnya menabrak tembok gedung. Suatu keajaiban bahwa aku selamat sampai di daratan lagi. Aku bangun dan mencari-cari temanku. Dan saat aku berlari menuju seberang jalan, aku menemukan temanku yang lain, tapi ia tidak menggubrisku sama sekali. Aku kembali berlari mencari teman-temanku yang terjatuh dari helikopter, namun tidak ada tanda-tanda sama sekali. Aku mencari mereka ke jalan raya… dan aku terus berlari ke arah di mana kira-kira helikopter itu jatuh… tapi aku menyadari, bahwa semua orang berlari ke arah yang berlawanan dari arahku. Seseorang memperingatkanku “JANGAN KE SANA”, dan ia kembali berlari. Aku bingung, aku ingin mencari temanku, maka tidak kupedulikan sarannya.

Aku terus berlari… dan berlari… dan tiba-tiba saja, kabut tebal menyelimutiku. Aku terkejut dan berhenti, tiba-tiba saja semua berubah. Ada kabut tebal di mana-mana, dan jelas tidak ada gedung lagi di sekitarku. Ada orang di depanku, ada beberapa pohon besar, dan ada sebuah sungai yang tidak kelihatan ujungnya di sebelah kiriku. Aku menghentikan langkahku dan melihat ke sekeliling. Orang di depanku melihatku dengan tatapan yang aneh. Aku tidak peduli. Aku terus berjalan dan meloncati sebuah akar pohon besar di depanku. Di belakang pohon besar itu, aku melihat temanku sedang duduk di sana. Aku terkejut dan memanggilnya. Ia tidak kalah terkejutnya denganku. Ia langsung bangun dan berkata “INI DUNIA ORANG MATI, KENAPA KAMU ADA DI SINI? KAMU SEHARUSNYA TIDAK DI SINI!!”

Dunia orang mati? Lelucon macam apa ini?? dan ia menjelaskan, orang yang masih hidup tidak seharusnya masuk ke dunia orang mati. Ia menarikku, dan mengajakku berjalan. Sambil berjalan, ia menjelaskan bahwa saat ini aku harus mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari diriku ketika aku masuk ke dunia orang mati. Orang mati tidak memiliki hal itu, tetapi aku masih punya, karena seharusnya aku masih hidup. Dan aku harus mendapatkannya kembali supaya aku bisa kembali hidup. Aku tidak mengerti. Aku terus saja berjalan, terus terang, aku tidak merasakan apapun saat aku masuk ke dalam kabut itu. Apakah ini dunia paralel yang sering diperbincangkan itu???Bagaimana bisa ada lubang dunia paralel di tengah perkotaan? Dan lagi, bagaimana mungkin dunia paralel itu eksis? Bukankah teori ini belum pernah terbukti sekalipun di dunia nyata manapun? Tapi misteri itu terus berlanjut. Aku dibawa temanku kembali ke dunia yang sebenarnya. Dunia yang kukenal, yang penuh dengan gedung-gedung kantor berhias lampu-lampu ruangan. Kemudian temanku menghilang.

Dan memang, ada sesuatu yang hilang dari diriku. Karena tidak ada satu orang pun yang bisa melihat diriku lagi.

Aku memanggil, tidak disahut, aku menyentuh, tidak tersentuh. Aku ini apa saat ini? Roh gentayangan? Aku tidak bisa menyentuh apapun, namun saat aku berpikir untuk menggerakkan tong sampah di depanku, tong sampah itu bergerak. Kemudian aku mengerti, bahwa aku hanya bisa menggerakkan barang dengan kekuatan pikiranku.

Aku harus mencari ‘sesuatu’ itu, pikirku. Tapi tidak ada petunjuk lebih lanjut dari temanku. Jadi aku berpikir aku harus pulang dulu ke rumah untuk setidaknya mencari keluargaku.

Dalam sekejap mata aku sampai di daerah rumahku, dan kulihat dua orang sedang berkelahi memperebutkan sesuatu yang bersinar. Mereka bertengkar sangat sengit dan kulihat orang itu mati-matian merebut sesuatu dari tangan orang yang lain. Dan saat itu aku sadar, itulah ‘sesuatu’ yang harus dicari itu. Aku tidak tahu pasti apakah ‘sesuatu’ itu, tapi aku tahu aku harus mengambilnya kembali untuk mengembalikanku wujudku menjadi manusia.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

“Kriiiiing” …..

aishh!!! WEKER GW BUNYI!!! doh mimpinya lagi seru-serunya… uhuhuhuhu…

Oh well, gw masih ada adegan berantem sama kakek-kakek yang keliatannya kayak Shaman, plus kerennya, gw bisa lihat dia, tapi dia gak bisa lihat gw… hohohoho… Sayang wekernya bunyi, padahal lagi seru lho pertempurannya… T_T

to be continued dah… sampai waktu yang tidak ditentukan, sukur-sukur mimpinya lanjut lagi…

2 thoughts on “

  1. weleh2 kukira mau cerita kehidupan sehari-hari, tapi semakin kubaca kok semakin mendebarkan :O ternyata mimpi xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s