Alpha dan Beta

Kemarin-kemarin waktu pulang dari kantor, gw dengar seorang pembicara yang berbagi pengetahuan tentang alam bawah sadar. Menurut dia, alam bawah sadar kita mempengaruhi tindakan kita, dslb. Kemudian dia menjelaskan tentang kondisi Alpha dan Beta. Singkatnya sih, dari yang gw tangkap, seperti ini kira-kira:

|–alpha–|——————beta——————|–alpha–|


kondisi Alpha terjadi pada saat pagi dan menjelang mau tidur, mempengaruhi kita untuk bertindak dan berpikir secara emosional

kondisi Beta terjadi pada saat sudah mulai aktif beraktivitas, biasanya siang, mempengaruhi kita untuk bertindak dan berpikir secara logis

sehingga pembicara itu bilang, suami istri kalau mau berantem, jangan malem-malem, dua-duanya lagi emosi. Dia juga bilang, ketika kita berada di kondisi Alpha, pikiran-pikiran yang diinjeksikan dari external party lebih mudah masuk ke alam bawah sadar, sedangkan pada saat kondisi Beta, akan lebih sulit karena kita dalam keadaan untuk berpikir secara logis, namun bukannya tidak mungkin.

Misalnya, ketika orang A memarahi orang B “kamu bodoh!” pada saat B berada di kondisi Beta, maka mungkin akan butuh N kali kejadian sampai dia percaya dia bodoh (karena pikiran itu jadi masuk ke alam bawah sadarnya), tapi kalau di kondisi Alpha, N /5 kali aja dia udah percaya. (gw lupa berapa angka variable N nya :P)…

Dari penjelasan dia, gw jadi merasa benar kalau orang-orang lain menyuruh kita untuk berdoa dan bersyukur saat bangun tidur atau sebelum tidur, karena hal tersebut membantu kita untuk selalu berpikir positif, dan juga secara tanpa sadar, kita menginjeksikan pikiran positif ke dalam kepala kita.

Pembicara itu juga bilang, orang-orang di sekitar kita sangat berpengaruh terhadap pikiran kita, karena mereka terus menerus menginjeksikan pikiran mereka ke kita. Dan mengenai apakah kita akan terpengaruh atau tidak, akan tergantung pada seberapa kuat kita untuk mem-filter pikiran-pikiran mereka. Semisal orang-orang di sekitar kita sangat berpikiran negatif, seandainya pikiran positif kita jauh lebih kuat, maka kitalah yang akan mempengaruhi mereka, dan sebaliknya kalau kita tidak kuat, kita yang akan kena pikiran negatif mereka.

dan perlu diingat juga, kalau berpikir positif mempengaruhi kita, berpikir negatif pun mempengaruhi kita juga, misalnya,  mengeluh dapat membuat kita menjadi semakin lemah untuk berjuang.

pada kesimpulannya, bersikap bijaksanalah di manapun anda berada, rajin-rajinlah baca kitab suci, ajaran-ajaran yang menuju ke jalan yang benar, buku-buku yang mengajarkan nilai-nilai yang baik, dan… rajin-rajin berdoa… hehe, cuma tips ini yang bisa gw ingat karena waktu sekolah minggu, lagu ini begitu sering mengalun:

“Baca kitab suci, doa tiap hari kalau mauuuu tuuuummbuuuhhh”

The End

2 thoughts on “Alpha dan Beta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s