Hikmah Ber-busway: Berdiri or Not?

Gw adalah salah satu penumpang setia busway. Sejak busway jadi, gw naik bustrans bolak balik kantor, atau kalau mau ke mall. Koridor busway yang udah pernah gw kunjungi adalah koridor Blok M – Stasiun Kota dan koridor Lebak Bulus – Harmoni. Keduanya penuh di hari biasa, dan agak lebih sepi di hari Sabtu atau Minggu.

Karena gw akan sering2 sebut si Lebak Bulus – Harmoni, mari kita singkat dia jadi LBH, sedangkan si jurusan Blok M – Stasiun Kota, gw singkat jadi BMSK. Setuju? Yang gak setuju, traktir gw makan ^^ *ngancem sambil ngasah piso*

Tiap hari gw naik busway jurusan BMSK untuk pergi kerja. Dan yang namanya pusat perkantoran, isi buswaynya juga kebanyakan orang-orang kantoran semua. Seperti yang kita tahu yee, di bustrans itu ada petunjuk “utamakan ibu hamil, wanita, dan orang tua” untuk duduk di kursi. Selama gw naik koridor BMSK ini, lumayan banyak pria-pria yang berdiri dan kasih duduk ibu-ibu, wanita, atau orang tua. Ya, gw mengerti, emang disarankan toh? Dan gw kagum sama mereka-mereka yang mau berdiri.

Pernah sih gw naik bustrans, dan yang duduk cowok semua, dan mereka gak ada yang mau mempersilahkan gw atau cewe-cewe lainnya buat duduk *jah ngarep duduk juga dia*, tapi gw gak masalah, karena kelihatannya gw dan ibu-ibu lain masih sanggup berdiri, sedangkan bapak-bapak yang pada duduk itu, keliatannya capeeeeeeek banget. Tasnya gede-gede, terus ada yang bawa barang, kayaknya dari glodok gitu. Intinya sih, selama naik bustrans koridor BMSK, semua orang tua pasti duduk lah. Karena pasti ada yang mau berdiri.

Naaah, suatu ketika, gw naik nih bustrans koridor LBH. Hari itu hari sabtu, jadi gw duduk dengan nyaman. Begitu juga semua orang. Hampir gak ada yang berdiri. Tapi tempat duduk penuh semua. Tiba-tiba, masuklah seorang nenek-nenek. Tapi herannya, gak ada yang kasih dia duduk. FYI ya, itu nenek-nenek hampir2 jatuh waktu pegangan sama tiang bus, rambutnya udah memutih, dan dia agak bungkuk. Jadi boleh ya gw identifikasi sebagai nenek-nenek (gw yakin deh dia nenek-nenek, kalau ibu hamil, gw suka bingung mau tawarin atau nggak, karena kalau ternyata dia gak hamil… yahh… malu di gw, dobel malu di dia…)

Anyway, Gw bingung donk, gw pikir, ah tujuan gw udah deket ini. Jadi gw menjulurkan badan, colek-colek si nenek, kasih dia duduk, terus gw berdiri deh. Gw pikir, ah halte gwa tinggal dua pos lagi. Berdiri aja susah amat. Ternyata eh ternyata … macet, sodara2!!! ah iya, gw lupa, jalur busway LBH kan kagak steril, mobil-mobil pada masuk, dll. Akhirnya gw berpegal-pegal ria deh sampai ke halte tujuan gw. Gw juga lihat, orang-orang yang pada duduk dan gak mau berdiri itu, sebenarnya udah pada mau keluar di halte berikutnya. Tapi sepertinya mereka sadar, kalau jalur ke halte itu, selalu macet.

Nah, ini nih dilema yang cuma bisa dialami di bustrans Indonesia :D.Kalau di australia, orang-orang akan dengan senang hati berdiri lah untuk orang-orang tua. Kalau di Indo? Hayoo, mikir 20 kali dulu? :).

Seperti yang dikatakan Baek Hee dalam drama korea Dream High yang lagi bikin gw kecanduan *gw promosi nih sekalian, nonton2!!*, dia bilang begini:

“any average person, if he wants to help others, he will always take what he wants first before giving. To protect somebody, one must protect himself first…”

kalimat math is everywhere itu berlaku. Ketika dihadapkan pada pilihan yang cukup sulit untuk give something to others, ada orang yang cenderung menjadi sangat perhitungan. Contoh simpelnya, ketika mau kasih nenek-nenek untuk duduk, kita mikir dulu, deuh, ntar gw pegel-pegel lagi, ntar gw gak sanggup jalan ke mall lagi abis turun busway. Rugi dah gw, dah nek, berdiri aja ya, hidup itu keras nek, aku doain deh nek biar ada yang mau kasih tempat duduk.

Gw udah naik bustrans koridor BMSK dan LBH beberapa kali. Dari yang gw lihat, orang-orang di koridor BMSK lebih toleran daripada orang-orang yang naik bustrans LBH. Kenapa? Jarak tempuh koridor LBH terasa sangat jauh karena daerah itu macet super. Sedangkan koridor BMSK itu steril, jadi cepat sampai dari ujung ke ujung. Orang-orang tau kira-kira jam berapa mereka akan sampai ke tujuan. Sedangkan di bustrans LBH??? Gw pernah berdiri di dalam bustrans LBH, dan itu pegalnya rrruuar biasa (pengalaman gw yang pernah berdiri di busway 2 jam, + nunggu di harmoni 1 jam :D. Upacara bendera di sekolah aja kalah capek)

Oh well, gw tidak tahu apakah ada sesuatu yang salah dalam hal ini. Gw kadang-kadang suka darah rendah, apalagi kalau udah laper berat. Jadi kalau berdiri kelamaan dan dalam keadaan lapar, mata gw berkunang-kunang. Kalau gw pingsan waktu berdiri dalam busway, gak lucu donk? Terus kalau kebetulan gw bisa duduk, terus gw liat nenek-nenek kesusahan pegangan di tiang bus:

1. Apakah salah kalau gw gak berdiri?

2. Apakah benar kalau gw kasih tempat duduk terus gw pingsan?

Nah loh, hahaha. It’s up to us to decide though. Satu hal yang pasti sih, selalu ada jalan deh kalau kita memang berniat untuk kasih tempat duduk ke si nenek. So berdiri or not? Kalau sanggup ya berdiri, kalau gak sanggup, minta tolong orang laen deh =))

Gw : kalau lu lagi agak sakit, dan duduk di bustrans, terus ada nenek2 masuk, dan gak ada yang kasih duduk, lu bakal berdiri gak?

Ndut : he?

Ndut : tergantung…

Gw : tergantung apa

Ndut : banyak hal.

Ndut : gw sakit apa. sanggup bediri ga..

Ndut : kalau ga sanggup, gw liat sebelah2 gw siapa…

Ndut : trus gw akan suruh yg paling sehat bediri [-(

– happy busway-ing people! –

4 thoughts on “Hikmah Ber-busway: Berdiri or Not?

  1. kalo gw promosiin film Spiderman : with great power comes great responsibilities. :) kalo emang mampu ya bantu yg kurang mampu.
    you got the point sih..
    Anyway, analisa gw asalnya sih gw kira karena “tingkat pendidikan dan sosial” LBH vs BMK, jalur BMK rata2 karyawan yg berpendidikan tinggi yg tau etika dan mempratekkan moral. contoh kalo di KRL express, rata2 klo ibu hamil atau ibu2 tua kita kasih persilahkan duduk koq.

  2. @some@one: yes, agree :)

    @d3nny198: ahuahuahua, gw suka tuh kata2 si spiderman, yup. selain point yang gw tulis di atas, point lainnya adalah sesuai yang lu katakan, tingkat pendidikan dan sosial juga punya efek terhadap kerelaan seseorang untuk berdiri dan mempersilakan ibu hamil atau ibu tua untuk duduk. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s