Kisah Seorang Terpandang dan Pengemis

seorang terpandang dengan jas hitam dan tas hitam di tangan kanannya, melemparkan sekeping 500 rupiah ke dalam gelas yang ditadahkan seorang pengemis muda, yang diterima dengan wajah bersyukur oleh si pengemis muda. Seorang terpandang itu mendengus, tergelitik untuk mengomentari. ia punya dua pikiran di kepalanya, keputusan untuk menilai bahwa adalah suatu kepalsuan yang ditunjukkan oleh wajah bersyukur si pengemis muda, atau mungkin juga tidak.

“tahukah kamu bahwa menjadi pemulung lebih terhormat daripada mengemis seperti ini?”


seorang terpandang itu memandang dengan tatapan hina. tidak bekerja dan hanya meminta belas kasihan orang, adalah perbuatan tidak terpuji, tidak berpendidikan, dan hanya dilakukan oleh manusia yang menyedihkan.

pengemis muda itu hanya memandang seorang terpandang itu dan berkata dengan pahit

“tahukah bapak bahwa perut lapar lebih penting daripada kehormatan? harga diri saya terinjak oleh kalimat bapak barusan, tapi saya tahu ada 3 anak lapar di rumah saya yang perlu diberi makan, karena itu, terima kasih atas 5oo peraknya pak.”

seorang terpandang itu memerah mukanya, dan ia pergi dengan muka kesal. pengemis muda itu memandangnya pergi menjauh, dan menengok ke pengemis yang berjarak 5 meter darinya yang dari tadi memperhatikan.

“dia kira jadi pemulung gajinya lebih gede apa dari pengemis. dasar bloon, tampangnya doang perlente, masalah sosial begini aja gak ngerti”

#imajinasimodeon

hanya mengimajinasikan pikiran yang terlintas… sekarang jadi pengemis lebih berprospek daripada jadi pemulung ya… lama-lama pekerjaan memohon belas kasihan dari orang lain bakal nge-trend nih… *geleng-geleng liat anak-anak yang disuruh tidur di jembatan penyebrangan busway tiap hari berbekal segelas aqua plastik* :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s