FOMO Syndrome

Kependekan dari: Fear of Missing Out

sesuai dengan judulnya, sindrom ini adalah sindrom yang dialami oleh beberapa orang yang saat ini dengan aktif memanfaatkan situs jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, atau messenger application sejenis Blackberry Messenger, atau Whatsapp, yang mengijinkan kita untuk terhubung satu sama lain selama 24 jam.

  • Orang-orang mengemudi sambil membalas SMS atau BBM dengan asumsi bahwa hidup mereka tidak lebih penting daripada social connection mereka.
  • Orang-orang menginterupsi pembicaraan dengan seseorang di depan mereka untuk membalas comment di FB atau Twitter, atau menjawab telepon yang sebenarnya tidak diketahui penting atau tidak, namun bagaimanapun, kalau tidak diangkat, kita tidak tahu bahwa telepon itu penting atau tidak.
  • Dalam sehari, kita bisa berkali-kali mengecek email, notification dr social network, memeriksa sms atau telepon yang masuk, melihat siapa yang online di Yahoo Messenger, BBM, MSN, you name it

Pada akhirnya, ketakutan bahwa kita sedang ketinggalan sesuatu yang penting saat ini, telah menjadi sesuatu yang patut diwaspadai.

Anak-anak remaja merasa mereka perlu online 24 jam sehari, karena toh ada temannya yang baru saja putus dan butuh penghiburan, ada temannya yang baru bertengkar dengan orang tuanya dan butuh teman bicara, dsb.

Dr. John Grohol dalam artikelnya menyebutkan demikian

Nobody can wait anymore — not because they can’t — but because they don’t need to.
After all, if you could eat all the ice cream sundaes in the world without any serious repercussions (like weight gain or being sick), why wouldn’t you? That’s how many of us our nowadays ingesting social media and technology — taking in as much as we can, simply because we think we can.

Kita mengkonsumsi social media dan technology sebanyak-banyaknya, sebanyak yang kita bisa, dan kita memang bisa. Tapi kita tidak pernah tahu bagaimana efeknya. Tidak ada studi di jaman dahulu kala yang mengatakan bahwa menggunakan social media atau memanfaatkan teknologi secara berlebihan adalah sesuatu yang memiliki efek samping. Karena pada jaman dahulu, teknologi belum maju sepesat ini, dan orang-orang tidak mengalami ketergantungan terhadap teknologi seperti pada saat ini.

Dan oleh karena itu, kita sendirilah yang harus memeriksa efek samping dari sindrom ini. Apakah manusia jaman sekarang sudah dengan bijak menyikapi semua kemudahan teknologi ini?

Exists in Facebook? oo wow. It does feel good, but… is it REALLY good?

Saatnya merefleksikan kembali kehidupan kita bersama dengan teknologi yang kita gunakan :)

One thought on “FOMO Syndrome

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s