Hikmah Nonton Drama Korea Kebanyakan #1: Tokoh dan Tantangan Hidupnya

Gw baru saja mengelompokkan dua macam tipe manusia menurut film drama Korea. Kenapa demikian, karena waktu hari ini gw nonton 49 Days dan Dong Yi secara paralel. Gw menemukan bahwa ratu dalam film Dong Yi, dan Shin In Jung dalam 49 Days, punya kesamaan. Dua-duanya tokoh antagonis, dua-duanya menggunakan alasan “kehidupan pahit di masa lalu” sebagai alasan bagi mereka untuk berbuat jahat. Gw tidak tahu apakah ini menjadi senjata produser untuk membuat penonton mengerti alasan dibalik perbuatan mereka dan/atau bahkan mendorong pemirsa untuk bersimpati terhadap tindakan mereka yang didorong oleh kehidupan pahit mereka itu. Ini membuat gw berpikir, ‘oh, ternyata seperti inilah cara untuk membuat penonton mengerti bahwa manusia itu kompleks’… atau… bukan kompleks, lebih tepatnya… lemah.

Ratu di film Dong Yi berkata, dia dulu adalah budak, yang sekarang telah menjadi ratu, karena itu dia akan menggunakan kekuasaan dia ini untuk membenci. Tapi kemudian, dia merasa raja tidak memperdulikannya, dan semakin menggunakan alasan ini untuk menjadi pembenaran dari usahanya membunuh Dong Yi.

Shin In Jung dalam 49 Days berkata, hidup dia begitu menderita di masa lalu sedangkan temannya hidup dengan bahagia, karena itu dia ingin temannya juga hidup menderita. Dia menyalahkan temannya yang terlalu baik hati, dia menyalahkan hidupnya yang pahit, dia menggunakan alasan itu untuk membenarkan perasaan iri hatinya dan perbuatannya yang mengkhianati temannya.

Ini adalah tipe manusia pertama.

Tipe manusia kedua, tentu saja yang sebaliknya. Supaya perbandingannya adil, kita pakai tokoh-tokoh yang memiliki keadaan yang serupa. Tokoh-tokoh ini juga hidup kekurangan (bimbingan, uang, kasih sayang, etc), tapi tetap baik, tetap berusaha, dan akhirnya menemukan titik balik, dan karena di film, titik balik harus dibuat dramatis, maka dibuatlah supaya orang itu secara tidak sengaja menemukan titik balik yang dramatis pula, entah karena ketemu pengacara tampan (Stars Falling from the Sky), menyelamatkan nenek amnesia yang sebenarnya adalah orang kaya (Shining Inheritance)

Di kehidupan si manusia kedua, mereka sama-sama mengalami kesulitan hidup seperti manusia pertama, malah sama-sama memiliki keinginan untuk menyalurkan rasa ketidakadilan itu kepada pihak lain, tapi mereka tidak melakukannya, karena mereka tahu hal itu tidak baik, dan karena mereka memiliki fokus lain, entah untuk perbaikan diri secara positif, maupun cita-cita untuk memperbaiki keadaan itu demi orang lain.

Jadi cuma dua ekstrimis nih?

Kalau mau pakai sistem distribusi, sebenarnya manusia tidak bisa semudah itu dibagi jadi dua tipe. Karena gw orang ekstrimis (malas menentukan warna abu-abu di antara hitam dan putih), jadi gw bagi saja jadi ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Manusia pada dasarnya jatuh di ekstrim kanan, ekstrim kiri, dan tersebar di antara ekstrim kanan dan ekstrim kiri dengan presisi tinggi :D.

Pelajaran?

Banyak hal-hal seperti karakter manusia yang bisa diperhatikan dari film-film itu, dan kalau mau diambil pelajarannya, balas dendam, iri hati, dan perbuatan negatif apapun tidak pernah berhasil menghilangkan perasaan negatif dalam manusia itu sendiri sampai episode akhir. Manusia itu pada dasarnya memiliki hasrat untuk menyalurkan perasaan negatif itu melalui perbuatan negatif ketika mereka memiliki banyak perasaan negatif (kehidupan yang sulit, pahit, dsb). Ending untuk manusia tipe pertama ada dua macam, di episode terakhir, mereka menyadari bahwa mereka bersalah, dan bertobat (memperbaiki diri, meminta maaf, dsb), atau mereka tetap tidak menerima bahwa perbuatan mereka adalah salah, dan terkubur semakin dalam dengan perasaan dan perbuatan mereka (biasanya mereka dibuat mati atau dihukum supaya sadar)

Manusia tipe kedua yang memiliki kehidupan yang serba kekurangan, juga memiliki hasrat untuk menyalurkan perasaan negatif itu melalui perbuatan negatif. Sesekali mereka jatuh di dalam perbuatan negatif itu, meskipun kemudian tidak berlarut-larut karena segera sadar atau disadarkan. Di dalam film itu, mereka memiliki model-model yang mereka tiru sehingga mereka dapat mengerti bahwa perbuatan negatif itu tidak akan membawa mereka ke mana-mana. Model-model itu dalam film-film, bisa orang tua masing-masing (Gil Ra Im dalam Secret Garden, atau Jin Pal Kang, dan adik2 dalam Stars Falling from the Sky), atau kalau dilahirkan yatim piatu, maka teman pertamanya adalah modelnya, atau guru pertama sebagai model, dsb.

Sekian laporan sementara dari hasil menonton film Korea :D, gw akan melaporkan lebih banyak lagi soal penemuan gw akan karakter-karakter mereka (setelah gw nonton lebih banyak film Korea lagi, hehehe, please can anyone offer me a job to investigate drama’s character personality?).

My Activity?

sementara ini gw masih geregetan liat tokoh antagonis yang menggunakan alasan “kepahitan masa lalu” untuk perbuatan jahatnya, Kang Min Ho dalam 49 Days bilang begini, “Benar, gw hanyalah orang yang tidak beruntung karena dilahirkan dalam keadaan begini (keadaan broken home, miskin), begitu juga keluarga Ji Hyun pun tidak beruntung (karena gw jebak supaya bangkrut)”…… menurut Kang Min Ho, adalah wajar dia merusak keluarga Ji Hyun, karena kehidupan dia pun dirusak oleh bapaknya yang pemabuk, dan keadaannya yang miskin. Hmm… cara pikir manusia tipe pertama yang ekstrim… (dan bikin emosi). Terus bagaimanakah nasib Kang Min Ho di film ini? Entah, gw juga belum nonton sampai habis.

4 thoughts on “Hikmah Nonton Drama Korea Kebanyakan #1: Tokoh dan Tantangan Hidupnya

  1. @Su: hehehe (untuk mengobati rasa bersalah, makanya nulis beginian, hihi)

    @FH: bisa ya, ntar tunggu gw riset yang bener dulu, kemarin gw ikutan forum eII, ada paper tema sosiologi yang masuk, dan ngebahas tentang internet + Prita Mulyasari, tapi gak memuaskan… :|… kayaknya risetnya belum selesai udah keburu dijadiin paper, jadi kurang kuat argumennya juga @su: iya, cepetan cari topik gih hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s