Bangkok – Pattaya Trip

Date: 22 – 28 July 2011

Pertama-tama, terima kasih kepada para planner sehingga trip ini bisa terlaksana. Semoga trip-trip seperti ini bisa direncanakan secara rutin karena memang jalan-jalan itu menyenangkan dan menyegarkan. :D

Life is a choice, you can choose to be good, or you can choose to be bad

Sanctuary of Truth – Pattaya

DAY 1 – BANGKOK

Perjalanan dimulai hari Jumat malam, di mana gw terbang dulu ke Singapore, baru kemudian gw terbang bareng-bareng rombongan dari sana jam 6 pagi. Total biaya pesawat Jakarta-Sing-Bangkok bolak balik dan hotel 5 hari 4 malam termasuk cukup oke, yaitu 4 juta rupiah. Kalau dibandingkan dengan biaya pesawat dari Jakarta-Bangkok bolak balik yang harganya mencapai 5 juta rupiah, ya memang bisa menghemat ongkos dan sekalian jalan-jalan dulu di Singapore.

Malam pertama ke Sing, pesawat gw delay 40 menit, akibatnya sampai di Sing, udah jam 11 malam. Jam 5 pagi sudah harus bangun untuk ke bandara. Karena sudah web check in, jadi kita santai-santai bergerak ke bandara. Tambahan lagi FH punya taxi booking app dari iphone-nya yang bisa mendatangkan taksi dalam waktu 2-3 menit.

Perjalanan ke Bangkok di hari pertama terdiri dari 4 orang, gw, Su, Ing2, dan FH. Kur2 akan menyusul nanti malam karena ada urusan dulu di Sing. Ya sudah, sekitar jam 6.15 kita check in, dan memutuskan untuk makan pagi di Bangkok saja. Perjalanan dengan pesawat makan waktu 2 jam, dan semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Su tidur, gw baca ebook, FH baca papernya, Ing2 main-main dengan kameranya.

Arrival

Sampai di bandara Suvarnabhumi, gw udah merasakan aura-aura berada di planet lain. Tulisannya udah mulai tidak bisa dibaca, hohoho. Pertama-tama pergi tukar uang ke dalam mata uang baht, kemudian pergi ke imigrasi. Sampai sana, wih, ngantri penuh banget. Akhirnya kita pergi ke loket imigrasi lain yang ada satu blok jauhnya dari tempat kita landing. Dan di sana… kosong, karena belum ada pesawat yang landing di arah sana. Hehehe.

Bebas dari pemeriksaan imigrasi, Ing2 dan Su pergi beli nomor lokal, kalau-kalau kita nyasar, sedangkan gw langsung lihat-lihat tempat makan karena lapar. Berhubung kita mau langsung wisata kuliner, kita memutuskan ngemil Dunkin Donuts aja dulu sebelum check-in ke hotel.

Karena jam Bangkok, Hanoi adalah GMT + 7, maka tidak perlulah mengubah jam gw. Selesai ngemil Dunkin Donuts, bergeraklah kita menuju tempat antrian taksi. Di sana gw menemukan satu policy yang cukup unik ditulis di papan besar-besar. Intinya “KALAU MENGANGKUT DARI BANDARA, SUPIR TAKSI BERHAK MINTA 50 BAHT LEBIH BANYAK DARIPADA ARGO YANG TERTERA”. Hooo… menarik.. yah anw, kita sudah siap dengan uang-uang kita, dan menuju ke dalam taksi. Supir taksi yang mengangkut kita ke hotel adalah supir yang ramah. Pertanyaan pertamanya “where do you come from” dengan logat Thailand. Karena kita baik hati dan tidak suka berbohong, kita jawab kalau kita dari Indonesia. “oohh Indonesia”… kata si supir, terus dia menunjuk atap mobilnya dengan bangga, dan bilang –gw koleksi mata uang dari seluruh dunia lhoo-, dan gw menemukan 5,000 rupiah di atap mobilnya. Hohoho. Kemudian untuk menambah koleksinya, gw sodorkan uang busway gw yang masih ketinggalan di jaket, 2,000 rupiah. Dan dia senang sekali. Menurut Ing2, karena uang 2,000 itulah kita dibawa sampai selamat dan gak dimacam2in. ahahaha. Anw, Ing2 pun kasih 2 SGD sebagai oleh-oleh untuk si supir taksi.

Check-in

Siang itu kita pun check in ke hotel Courtyard Bangkok – Marriot, pertanyaan pertama didapatkan dari FH “ada WIFI gak?”… ckckckck.

Setelah urusan administrasi selesai, kita pun masuk ke kamar masing-masing, dan menemukan… bahwa kaca bathroomnya tembus pandang O_o… bisa ditutup sih dengan tirai. Tapi tirainya ditutup dari luar. Jadi kalau ada yang mau ngintip, tinggal buka aja itu tirai. Horror sekali -__-… Selain bathroom, kasurnya enak, dan bantalnya memuaskan :D. bisa di-purchase dengan harga 1500 baht.

Setelah sedikit bersantai-santai di kamar, kita pun memulai planning. Rencana pertama adalah makan siang di Siam Paragon. FH lagi-lagi mengeluarkan Ipad-nya dan mencari lokasi Siam Paragon dengan peta. Kelihatannya dekat, tapi waktu kita turun dan berniat jalan kaki… ternyata udaranya PANAS SEKALI. Dengan sedikit kebingungan, kita keluar dan memutuskan naik taksi. Tapi ternyata hotel ini punya mobil sejenis tuk-tuk yang bisa dipakai untuk mengantarkan orang-orang yang menginap di hotel ini untuk ke tempat yang dekat. Di sini Su dan FH masih berdebat apakah ini bemo atau bajaj. Dan ternyata eh ternyata. Namanya tuk-tuk, tapi di mana-mana tuk-tuk itu punya papan yang namanya Taxi. Sedangkan taksi yang sebenarnya punya papan dengan nama “taxi-meter”. Mungkin maksudnya taksi ber-argo.

Jadilah seorang bapak supir yang baik hati mengantarkan kita ke MRT dan mengarahkan kita untuk naik MRT kemudian turun di halte bernama Siam. Dari MRT tempat kita turun, kelihatan stadium sepak bola. Cowo-cowo kalau udah liat stadium sepak bola, kayak cewe-cewe liat tas bagus dan murah *perbandingan ngasal*, jadi mereka berfoto bersama stadium sambil menunggu MRT datang.

Siam Paragon, Siam Center, Siam Discovery, MBK Center, and around the city

Setelah turun di halte Siam, kita pun sampai di Siam Paragon untuk makan siang. Langsung saja kita menuju food court dan mencari makanan Thailand. Pesanan untuk makan siang hari itu: dim sum, green curry yang disuguhkan dengan roti cane, thai fried rice (entah jenis apa), tom yum, sejenis mie khas Thailand (entah jenis apa juga), nasi putih, etc (masih ada lagi, tapi lupa). Selesai makan, kita jalan-jalan di dalam Siam Paragon, Siam Center, dan Siam Discovery. Di sini Ing2 menemukan lady boy pertamanya. Hahahaha. Kemudian tadinya berniat untuk masuk ke pameran Madame Tussaud. Tapi harganya mahal sekali, 800 Baht untuk sekali masuk. Karena gak terlalu tertarik, jadinya kita cuma foto-foto bersama patung lilin Ronaldo, lihat-lihat pameran, kemudian bergerak menuju MBK center. Dalam perjalanan ke sana, ternyata sedang ada show lomba miss paling cantik dan mister paling ganteng. Jadi kita berhenti sebentar untuk lihat-lihat dan komentar ngasal (-ih pinggulnya kecil banget, etc)

Perjalanan dilanjutkan ke MBK center, begitu masuk, aura-aura Mangga Dua terasa sangat jelas. Wooh, ini mah Mangga Dua, cuma beda dunia doang -___-… barang-barangnya murah-murah. Tas-tas diobral dengan harga 199 baht, dari yang ukuran tas tangan sampai tas koper, harganya tetap 199 baht. Saking murahnya, jadi takut belinya hahahaha. Kemudian saat gw beli-beli bros untuk oleh-oleh, gw menemukan orang-orang Indonesia lagi beli-beli juga sambil ngoceh “ah orang-orang mah, beli ini terus nanti dijual lagi”.

Intinya MBK Center menjual macam-macam barang. Tas, baju, jam tangan, VCD/DVD, snack cemilan. Cemilan duriannya enak. Tapi setelah dimakan, leher pun mulai cenat cenut. Setelah puas melihat-lihat, kita turun ke supermarket untuk beli minum dan beberapa keperluan lain. Di sini gw menemukan lady boy yang kedua, yang adalah kasir tempat kita membayar.

Setelah pegal-pegal jalan di 4 shopping center sekaligus, kita kembali ke hotel untuk ketemu Kur2 yang baru sampai. Mencari taksi ber-argo di sini cukup sulit. Karena rata-rata dari mereka ogah pakai argo. Akhirnya kita pulang ke hotel dengan ongkos 200 baht. Sampai di hotel, semua masuk ke kamar masing-masing untuk beres-beres, mandi, siap-siap untuk makan malam. Rencananya setelah makan malam, FH mau berenang, Ing2 dan gw mau sauna, sedangkan Su langsung tepar di kasur karena gak tidur kemarin, jadi dia gak pakai rencana. Hahaha.

Kita tunggu si Kur. Kok gak sampe-sampe… taunya taksinya nyasar -__-…

Agak malaman, si kur2 sampai, dan kita berencana jalan ke Night Market / Night Festival. Tapi ternyata jaraknya jauh sekali, dan MRT ke sana masih dalam pembangunan. Karena sudah malam dan lapar, akhirnya kita jalan kaki ke mall dekat hotel. Di sana kita makan sejenis fish n chips. Gw makan ikan yang di-baked (lagi-lagi lupa namanya). Selesai dari sana, kita jalan-jalan dan foto-foto di dalam mallnya, kemudian belanja-belanja di sepanjang trotoarnya. Gw beli tas dan dompet lucu untuk konsumsi sendiri ^o^.

Hari pertama pun diakhiri dengan perencanaan akan pergi ke mana di hari kedua, yaitu Wat Phra Kew (Grand Palace), Wat Pho, dan sekitarnya.

6 thoughts on “Bangkok – Pattaya Trip

  1. @denny: thank you :)

    @FH: wkwk. gak lah… hmm yang bangkok gw tulis di seminggu setelah pulang, yang Pattaya baru kemarin gw tulis…

    @Albert: yuk mari mari :D lu ikut juga sini lain kali biar tambah rame XD

  2. Hahaha, gw suka efek panas2an di pantainya, kulit gw jd golden beige gt… Kl panas2a di sg efeknya item ga jelas…

  3. hmm, kalimat yang ini : “Kemudian untuk menambah koleksinya, gw sodorkan uang busway gw yang masih ketinggalan di jaket, 2,000 rupiah”,

    Terbukti jaketnya yang merah itu gag pernah dicuci kan… hihihihi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s