You are precious

“Kamu itu masih naif. Dunia tuh gak seindah kelihatannya”

Sudah beberapa kali gw mendengar kalimat itu dilontarkan kepada gw. Tidak hanya di satu lingkungan, namun di beberapa lingkungan di mana gw hidup saat ini. Dan gw selalu merasakan kepahitan yang mendalam pada kalimat tersebut. Sangat pahit.

Manusia, memiliki kemerdekaan, karena mereka memiliki jiwa. Bahkan ketika kita berada dalam situasi yang memaksa jasmani kita untuk melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang kita inginkan, kita tetap memiliki jiwa yang terang-terangan menolak. Sehingga dengan demikian, sebenarnya tidak ada yang dapat memaksa jiwa kita untuk menerima sesuatu, tanpa kita menyetujuinya terlebih dahulu.

Kepahitan itu? Kita telah setuju untuk memasukkannya ke dalam hati kita.

Pada akhirnya, tidak ada alasan yang dapat dipakai untuk mengasihani keadaan kita saat ini. Ketika jiwa menerima keadaan yang mengkhianati jiwa itu sendiri, maka sudah sepantasnya jiwa menyadari bahwa ia akan memasuki keadaan yang tidak menyenangkan, pahit, dan membunuh. Ketika itu, jiwalah yang membuat keputusan. Kemerdekaan secara penuh, terletak pada pribadi masing-masing. Tidak ada yang dapat membuat sebuah jiwa menjadi pahit, jika jiwa itu tidak mengijinkannya. Itulah yang membuat sebuah pribadi manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling luhur. Karena itu, belajarlah menghargai jiwa sebagai sesuatu yang berharga dari Tuhan.

“You are precious”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s