Seseorang itu…

Seorang pria yang sedang depresi karena baru saja ditolak pacarnya, sedang berdiri di tebing perbatasan antara laut dan daratan. kita sebut saja orang ini dengan nama ‘seseorang’. seseorang ini sedang berpikir untuk bunuh diri. ini adalah akhir duniaaaaaakuu, teriak si seseorang,,, dan sambil mengucap hal itu, ia terjatuh ke laut.

Seseorang itu berpikir ia sudah akan mati tenggelam setelah ini, namun Dewa Laut memandang dari atas sambil geleng-geleng. Dewa Laut berpendapat bahwa ia masih bisa diselamatkan, karena itu, dihempaskannya ombak lautan ke arah daratan sehingga manusia itu terhempas ke daratan. Bersamaan dengan itu, hancurlah rumah para nelayan yang ada di pinggir pantai tempat manusia itu terhempas. Yah, resiko deh, untuk menyelamatkan seseorang, terkadang harus mengorbankan harta benda orang lain…Si seseorang ini terkejut, mungkinkah ini pertanda dari dewa supaya ia tidak bunuh diri? Namun ia tetap depresi… ia berjalan, dan terus berjalan sampai jauh. Dewa Laut memandangnya sambil geleng-geleng. Kebetulan Dewa Laut lagi pegal juga lehernya, jadi dia geleng-geleng supaya rasa pegalnya hilang. Dewa Laut tidak tahu apakah menggeleng-gelengkan kepala bisa menyembuhkan leher pegalnya, tapi itu adalah hal yang ia lakukan secara natural. (maaf, ceritanya menyimpang)

Kita kembali ke seseorang. Si seseorang ini masih tetap depresi, setelah berjalan tanpa tentu arah, ia sampai ke kota sebelah dan kelelahan. Sekali lagi ia bertekad untuk mati saja. Ia merebahkan dirinya dan menolak untuk bangun. Namun Dewa Angin melihatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan seseorang itu. Sepertinya gerakan geleng-geleng lagi nge-trend di antara para dewa.

Dewa Angin memutuskan untuk memaksa seseorang itu berjalan lagi. Maka ia meniupnya “wushhh”, dan dengan satu kali tiupan Dewa Angin yang dahsyat, seseorang itu terlempar berdiri kembali di atas kedua kakinya. Seseorang terkejut. Mungkinkah ini adalah perintah dari dewa untuk melanjutkan hidupnya? Seseorang masih tidak yakin, tapi karena ia sudah berdiri, ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.

End of Story

tujuan penulisan cerita:
Penulis mendapatkan request untuk menulis blog kembali, dan karena penulis tidak tahu apa yang harus ditulis, maka dikaranglah sebuah cerita berdasarkan pengalaman pribadinya dengan seekor lalat merepotkan. Mohon ya bapak ibu, dicatat baik-baik, bahwa lalat / fly tidak ada hubungannya dengan judul blog ini.

inspirasi cerita
Alkisah penulis sedang makan di sebuah restoran sunda, waktu lagi menikmati nasi dan ayam kremesnya, tiba-tiba penulis menyadari ada lalat lagi nemplok di ujung gelas teh tawar, dan tiba-tiba jebyur… kecebur dia ke gelas teh tawar penulis. benar-benar lalat yang menyebalkan, teh tawarnya gak murah-murah amat tau. Tapi kemudian penulis melihat bahwa si lalat itu berenang dan berusaha menyelamatkan diri. karena yakin bahwa lalat gak bisa berenang, penulis memutuskan untuk mengeluarkan si lalat dengan menuang teh tawar itu ke piring.

sayangnya tanpa sadar, penulis refleks menuang teh tawar itu ke piring terdekat, yang isinya adalah karedok yang masih ⅕ terisi… akhirnya 1/10 dari karedok masih bisa diselamatkan ke piring lain, tapi sisanya sudah bercampur dengan teh tawar dan essense bau badan lalat.

si lalat ini setelah diselamatkan, bukannya ngucapin terima kasih ke penulis, malah kabur ke meja sebelah dengan terseok-seok, setelah sampai meja sebelah, eh dia malah kebalik. kakinya di atas, terus dia kagak bisa bergerak. Benar-benar merepotkan. Waktu penulis udah mau pulang, akhirnya penulis dengan baik hati meniup si lalat biar lalatnya kembali ke posisi semula. dan si lalat tak tahu diri ini, setelah berhasil berdiri, langsung jalan kabur, bukannya ngucapin terima kasih ke penulis. Emang bener kata pepatah “lalat memang tidak tahu cara berterima kasih”. itu pepatah jaman dulu gitu…

Hah? Gak pernah denger pepatah begituan? Yah, gw juga gak pernah sih.

The End. Request terpenuhi :D

6 thoughts on “Seseorang itu…

  1. *geleng-geleng baca blog lu yang ini*

    Pas baca sampe di bagian dewa angin (trus ga lama kemudian the end), gw baru sadar ini diinspirasi dari kisah nyata =))

    Yah… emang nama itu mencerminkan sesuatu :-?

  2. @su : ;)) fufufu

    @denny: bener banget, promosi karaoke ah, biar pada ikutan ^o^

    @ipungmbuh: sama… *terenyuh liat karedok di piring gw yang gak bisa dimakan lagi*

    @someone: thank you :)

    @kijang: thank you, lama gak keliatan pak? :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s