Tuesdays with Morrie

“the most important thing in life is to learn how to give out love, and to let it come in”

Buku ini adalah salah satu kado ulang tahun gw dari Su, secara dia tahu gw terlalu cinta dengan buku-buku biografi dan memoir. Selama bertahun-tahun gw melewatkan buku yang satu ini karena gw kira ini buku fiksi karangan Mitch Albom yang lain.

Buku yang satu ini berhasil meninggalkan perasaan hangat di hati. Morrie, adalah dosen Mitch semasa kuliah. Buku ini mencatat hari-hari terakhir Morrie yang tiba-tiba didiagnosis terserang penyakit saraf yang menyebabkan dia akan secara perlahan kehilangan kendali atas saraf-saraf tubuhnya. Ia akan meninggal ketika ia telah kehilangan kendali atas jantungnya sendiri.

“Someday, somebody will have to wipe my ass”

Pertemuan terakhir
Mitch menemukan kembali dosennya ini setelah belasan tahun tidak bertemu. Dan ia menemui sang dosen untuk melakukan thesis terakhir bersamanya, tentang dunia, tentang mengasihani diri sendiri, tentang penyesalan, tentang kematian, tentang keluarga, tentang emosi, tentang ketakutan, tentang uang, tentang cinta, pernikahan, memaafkan, hari yang menyenangkan…

……… dan tentang perpisahan.

Bedanya, kali ini Mitch tidak berharap thesisnya akan cepat selesai.

Morrie adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang masih mengingat dan menghargai dengan sungguh-sungguh orang-orang di sekitarnya. Ketika berbicara dengan orang di hadapannya, ia tidak pernah berhenti untuk memeriksa handphone. Ia tidak berhenti untuk berbicara di telepon ketika ada yang menghubunginya saat ia sedang mengobrol dengan seseorang. Sikapnya menunjukkan bahwa ia menghargai waktu bersama-sama dengan orang yang berada di hadapannya saat itu.

Seberapa sering kita melakukan hal-hal demikian? Menerima telepon dan mengabaikan orang yang sedang berada di hadapan kita? Pesan Morrie sebenarnya mudah saja, hargai dan perhatikanlah orang-orang di sekitarmu.

Ada lagi sebuah pendapat Morrie mengenai budaya kehidupan kita

“our culture doesn’t make us feel good about ourselves….”

kemudian kita pun hidup dengan mengagumi orang lain, menjadikan orang lain sebagai idola dan meniru gaya hidupnya yang sama sekali bukan kita. Betapa hebatnya orang ini karena ia dipuja seluruh dunia, aku akan menjadi seperti dirinya, oh, supaya unik, aku hanya akan sedikit meniru dirinya, kemudian aku akan mencari orang lain lagi untuk ditiru.. dan seterusnya. Tiba-tiba saja hidup kita tidak pernah lagi sejujur dahulu.

Kehilangan jati diri, sibuk mengejar harta dan kesuksesan, melepaskan pelan-pelan hubungan antar sesama manusia… adalah hal yang kemudian direnungkan oleh Mitch, betapa ia telah bekerja malam demi malam dengan lembur dan kerja keras, yang harus dibayar dengan pertemuannya yang semakin berkurang dengan istrinya.

Morrie menyadarkannya kembali. Benarkah lembur demi harta yang lebih berlimpah adalah sepadan untuk ditukar dengan waktu bersama dia yang kita kasihi? Tidak akan pernah… dan ketika kematian datang mengetuk, kita akan menyesali waktu-waktu nan berharga yang telah kita tukar dengan harta yang tiada berarti.

Karena siapa yang akan menemanimu ketika ajalmu hampir menjemput? Bukan hartamu, tapi orang-orang terdekatmu.

Morrie adalah contoh nyata, bahwa dia yang bahagia adalah mereka yang menjalin hubungan baik dengan sesamanya, dan bukan mereka yang menukar harta dan ketenaran dengan hubungan baik itu.

Dan pada akhirnya, pesan Morrie sangatlah sederhana, cintailah sesamamu sepenuh hati, bukan dengan uang, tapi dengan kasih dan perhatian. And he did it very well until his last breath. Good job Morrie……

“we think we don’t deserve love, we think if we let it in we’ll become too soft. But a wise man named Levine said it right. He said, ‘Love is the only rational act’”.

He repeated it carefully, pausing for effect “‘Love is the only rational act’

-Morrie, 1916 – 1995

One thought on “Tuesdays with Morrie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s