Hom Pim Pah Alaihom Gambreng!

“Mainan itu penting. mainan adalah sebagai konsep dasar manusia hidup di dunia. mainan itu sangat serius, tapi tidak main-main…”

Zaini Alif adalah sarjana mainan dari ITB. Kerjaannya? Dia meneliti mainan tradisional di hampir setiap daerah. Sejauh ini dia sudah menemukan 250 jenis mainan di Sunda. 212 mainan di Jawa. 50 di Lampung, 300 di seluruh propinsi, dan 300 dari seluruh dunia.

Seminar 20 menit ini dimulai dengan penjelasan singkat latar belakang penulis yang lahir di kampung Bolang. Satu daerah yang sangat jauh buat dia kalau mau ke sekolah, yaitu sekitar 12 km. Setiap subuh sudah harus berangkat, dan karena di jalan tidak bisa ngapa2in, mau baca pun pusing, jadi dia cuma bisa main dengan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya seperti padi, daun, dll.

Setelah itu, dimulailah penjelasan mengenai mainan tradisional yang membawa gw kembali ke nostalgia masa lalu…

Ada engklek, atau Sondah Mandah sebutannya di Belanda yang mengajarkan tentang usaha.

Ada injit-injit semut, atau paciwit ciwit lutung yang adalah permainan emosi yang mengajarkan empati.

Ada surser yang adalah permainan untuk mengembangkan otak kiri otak kanan

Ada congklak, salah satu mainan favorit gw yang ternyata ada di Afrika sampai Amerika dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya, nama congklak di India adalah Pallam Kuzhi, kemudian congklak di Afrika, lubangnya ada 30 :D… (30 hari melambangkan jumlah hari di tiap bulan). Kalau congklak di tempat kita, ada 7 lubang (7 hari di tiap minggu)

Ada galaksin, atau gobak sodor, salah satu mainan favorit gw juga… yang ternyata adalah permainan tentang garam yang turun dari gunung terus ke laut. Karena itu kalau menang, dia teriak asin, krn dia adalah garam, dsb. Gw baru tau lho kalau di Indonesia itu, garam ada di gunung juga..

“Hom” as in “Hom Pim Pah”

Mainan terakhir adalah “hom pim pah” ini. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Hom, Om, Hum, Hu, Huwa berarti Tuhan. Hom Pim Pah Alaihom, dari Tuhan kembali ke Tuhan. Karena itu diingatkan, kamu datang dari Tuhan dan kembali ke Tuhan, selesailah… berpasrahlah kamu. makanya anak2 kalau main selalu berpasrah, hehehe.

Si mas Zaini Alif ini punya sebuah komunitas yang namanya ‘Komunitas Hong’, yaitu komunitas tempat ia mengajar semua orang yang datang untuk bermain. Konsepnya ada tiga, yaitu:
1. mengenal diri
2. mengenal alam
3. mengenal Tuhan

Kata-kata penutup dari penulis adalah sebuah harapan, bahwa suatu saat, semua orang yang mau belajar mengenai mainan tradisional akan datang ke Indonesia untuk belajar karena Indonesia adalah negara yang memiliki mainan tradisional paling banyak. Jadi, semoga mainan tradisional kita tidak punah sama sekali, karena mainan-mainan itu adalah salah satu budaya Indonesia yang sangat berharga :D.

3 thoughts on “Hom Pim Pah Alaihom Gambreng!

  1. Karena mainan tradisional itu menyimpan cerita dan ciri khas daerah itu sendiri. misalnya gobak sodor di Lampung dan di Jawa, meskipun mainannya sama, tp mereka punya cerita yang berbeda.

    Mainan tradisional itu menurut gw dapat melatih anak2 utk memanage relationship secara terbuka. Makanya sebenarnya gw tidak terlalu menganjurkan anak2 untuk main ps doang… Tapi gw liat sih anak2 tetangga gw masih main hal yang sama kayak gw dulu kok :D (kmrn sore mrk lagi main engklek tuh)

  2. wah bagus banget neh, idealnya emg klo bisa integrasi ke sistem pendidikan kita.
    gw jadi gigit jari krn permainan tradisional yang gw tau cm congklak :P, jd tertantang u/tau lbih byk permainan tradisional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s