Catatan Pengalaman Diserobot

2 minggu lalu

Panjang antrian : 20 orang ke belakang
Kolom antrian : 2 kolom
Lokasi gw : baris ke 3 dari depan
Lama antrian : sekitar 15 menit

Dengan santainya dua orang ibu memotong antrian dan ngantri di belakang gw. Kemudian dia berusaha mendorong gw untuk membuat antrian baru.

Beberapa kali gw didorong biar dia bisa lewat untuk bikin antrian baru. Karena emosi, gw jadi tidak mau bergeming sama sekali.

Si ibu masuk ke bus trans bersama-sama gw. Hanya sekitar 7 baris yang masuk ke dalam bus, termasuk si ibu.

Minggu ini

Kejadian Satu: Diserobot bapak-bapak kucel membawa map, dengan perawakan: baju agak kotor karena keringat. Memotong antrian dan masuk ke celah-celah antrian di depan gw.

Kejadian Dua: Diserobot bapak-bapak berperawakan bongsor, berkulit gelap. Saat orang-orang sedang masuk bus, dia berlari memotong antrian, bergerak ke depan gw. Petugas tidak berani menghentikan. Begitu juga tidak ada yang menyuruh dia antri dengan benar.

Kejadian Tiga: Dua anak muda menyerobot antrian dan masuk tepat di belakang gw. Tidak berapa lama, seorang bapak lagi-lagi memotong antrian dan masuk ke celah yang ada di depan gw. Tak lama, bus datang, dan si bapak berhasil masuk ke dalam bus, sedangkan gw dan si dua anak muda tetap mengantri. Di saat itu, anak muda itu mulai berkomentar:

Anak muda 1 : si bapak itu urat malunya udah putus kali ya.
Anak muda 2 : iya, udah dapat bus pula, enak banget dia.
Gw : …………………………… (ini namanya sesama penyerobot saling menjelek2an)

Bahkan, tidak ada yang namanya saling melindungi antara sesama penyerobot.

Kejadian Empat: Dalam antrian yang panjangnya sudah mencapai 25 meter. Seorang mbak dengan santainya membuat antrian baru di titik 12 meter. Artinya dia nyerobot hampir sekitar 30 orang. Seorang bapak marah “HEY KAMU! ANTRI DI SINI!”. Si mbak pura-pura gak dengar, sampai diteriaki bapak itu berkali-kali dan dilihat oleh orang-orang, baru dia pindah ke antrian paling belakang.

Gw mau datang dan menyalami bapak-bapak heroik itu.

Kejadian Lima: Kejadian hari ini. Sukses membuat gw yang sedang masa-masa Prehistoric Monster Syndrome (PMS) ini meletup-letup.

Panjang antrian : 60 orang ke belakang
Kolom antrian : 2 kolom
Lokasi gw : baris ke 30 dari depan
Lama antrian : sekitar 20 menit

Gw sedang baca buku, dan seperti biasa, gw memang sedikit memberi celah dengan orang di depan gw dengan tujuan memberi sedikit udara.

Seorang mbak yang datang, melihat celah, dan ingin masuk. Kebetulan saat itu gw mengangkat kepala dari buku gw, dan refleks maju ke depan untuk menutupi celah itu.

Mbak : (kaget)
Gw : (ngeliatin)
Mbak : (baru sadar, nengok ke belakang). Haaa??? antriannya sampai belakang sana???
Gw : (pura-pura bego ya?) … iya
Mbak : (hesitate)… (tengak tengok ke belakang, melihat antrian panjang itu)
Gw : ……………
Mbak : (maju ke celah depan gw lagi)… mbak, saya boleh ngantri dari sini aja gak?
Gw : …………………………………… nggak bisa mbak …………………………
Mbak : Oh… gak bisa ya…

grawwwwwwwwwwwww *jambak rambut sendiri*

omggg gw stress!

Kemudian ya, bus datang, semua orang maju donk. Tiba-tiba saja segerombol bapak-bapak dan ibu-ibu mengambil posisi siaga di lokasi antrian gw untuk menyerobot. Sontak bapak di depan gw refleks menutup celah di depan dia.

Seorang bapak dengan sigap berhasil masuk tepat di depan gw.

Gw emosi.

Seorang ibu-ibu lagi dengan sigap mau masuk ke antrian depan gw.

Gw teriak “PERMISIIIIII

Ibu-ibu kaget, dia mundur lagi, tidak jadi menyerobot ke depan gw. Dia… masuk ke antrian tepat di belakang gw!

Kemudian tiba-tiba, gw melihat dua anak muda lagi menyerobot di baris ke 5 dari antrian. Petugas bustrans melihat dan tidak sempat bertindak. Gw? Gw masih di baris ke 30.

Kesimpulan
Sakit hati bet dah ngantri di busway. Titik.

Follow up
1. Belajar Jujitsu
2. Belajar jurus tatapan membunuh buat para penyerobot
3. Belajar jurus menyelengkat para penyerobot
4. … (akan dipikirkan nanti)

………………… dah ah makan dulu… #maugigitorang

8 thoughts on “Catatan Pengalaman Diserobot

  1. Di saat-saat seperti itu emang enaknya jadi landak. Ato lu mungkin perlu belajar ilmu provokasi massa :-? ct: toel yang di belakang/samping lu trus bilang… “wah.. kita diserobot tuh…”

  2. @Suhendry & Jojo: good idea -.- … lain kali coba gw terapin…

    @FH:
    Sekarang ada tali pembatas, tapi minim banget, mungkin waktu dibuat, mereka pikir unnecessary ya bikin antrian uler (lagian kalau lagi peak hour, antriannya bisa sampai ke jembatan atasnya gitu, kalau pakai tali pembatas, ntar yang mau keluar jadi gak bisa lewat dah)…

    btw ya, sekarang itu kan dikasih tali pembatas gitu. Nah supaya para penyerobot bisa masuk, mereka geser dikit tuh tiang pembatasnya, jadinya mereka bisa nyelip gitu… Lu kan lagi senggang di Indo, coba dah ngantri di Du**h A**s di peak hour :D. lu bakal melihat banyak yang serobot antrian.

  3. huahaha..
    sabar yah fi..
    kalo dulu gw lagi PMS pernah pegang jarum kecil, yang dorong-dorong gw buat naik kereta jadi nya ketusuk deh.. *jahat*
    *tobat*

  4. Infrastruktur anriannya juga kurang sip sih ya. Jadinya antrinya bukan memanjang ke belakang, tapi melebar ke samping. Kadang serba salah juga kalau ada yg nyelak dari samping, karena emang ga ada pembatasnya di samping :(
    Btw, sesama pengantri dukuh atas, kapan-kapan ketemuan yuk pake dresscode, baju pink polkadot kuning. Huehe

  5. @dseptia: gileee deaaa, horor juga lu kalo lagi kesel, hehehe, ampun mbak :P

    @ipungmbuh: iya setuju juga sih soal itu, Makanya itu pembatas dari samping suka gw tarik biar dia menutup total. -.-… eh iya pak, sayangnya gw udah gak ngantri di dukuh atas huehuehe, meskipun kalau suatu saat lu bisa menemukan seseorang dengan jaket inisial nama blog ini, itu gw :D #narsis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s