Phineas and Ferb

Ehm… gw tau umur gw sudah mencapai seperempat abad… Gw tau Disney Channel itu ditujukan untuk anak-anak… emmm… Disappointed smile… Tapi gw tetap mau merekomendasikan film kartun yang satu ini untuk segala kalangan usia karena kartun yang satu ini memang keren sekali XD

Phineas and Ferb (and Perry the Platipus) adalah film di mana mereka berdua berusaha mencari aktivitas untuk dikerjakan selama summer vacation mereka. Mereka punya peliharaan yang namanya Perry, seekor platipus, yang merangkap kerjaan sebagai agent semacam James Bond, tapi ini cerita sampingan lah buat gw.

Yang keren dari film kartun ini adalah tipe aktivitas yang dikerjain selama summer vacation itu. Hal-hal yang mereka lakukan rata-rata adalah hal-hal yang gak bisa dikerjakan anak seumuran mereka (ataupun seumuran gw –.-)… Gw curiga yang ngarang ini geek… Satu hari mereka bikin roller coaster, hari berikutnya mereka bikin spaceship ke luar angkasa, hari berikutnya mereka bikin kapal selam dan pergi meneliti Atlantis, hari berikutnya mereka bikin alat duplikat DNA buat menduplikat satu-satunya kentang yang tersisa (yang berakhir menjadi potato gremlin karena DNA nya kecampur sama ludah temannya). Temannya sendiri ada yang sama pinternya, bikin teleportation machine ke Mars buat Google Science Fair (tentu saja keterima zzz), Gimana dengan time machine? oh they fixed one at the local museum.

Setting karakternya adalah demikian:

Phineas, biasa akan muncul dengan ide-ide menarik yang nggak masuk akal

Ferb, adalah tipe engineering genius, yang akan mendesign dan blueprinting, kemudian mulai membangun alat-alat epic itu dibantu oleh Phineas. Ferb hampir nggak pernah ngomong di dalam film. Maksimum dia cuma ngomong satu kalimat di setiap film.

Masih banyak lagi invention-invention gila yang mereka bikin. Satu yang gw inget adalah waktu main theoritical “football X-7” game dan mereka bikin high-tech 3D soccer stadium dengan nge-warp wall of physics… Jadi ceritanya football X-7 ini adalah teori mengenai advanced soccer game yang ditulis oleh Professor Ross Eforp di tahun 1959, sayangnya si professor gagal merealisasikan teori dia dan mulai depresi, dan saat dia menyadari kalau nama dia adalah palindrome, dia makin depresi, akhirnya dia lari ke hutan dan gak pernah kembali. So akhirnya si Phineas and Ferb merealisasikan teori si profesor fiksi itu.

So, tertarik untuk nonton? hehe.

Btw, bukan cuma gw lah yang suka nonton Phineas and Ferb. Ini ada satu bapak-bapak juga yang nge-review kartun ini di sini saking dia demennya jugak Smile

FIN

When was the last time you heard of a cartoon that was made for kids but was smart enough to entertain adults?

2 thoughts on “Phineas and Ferb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s