Are you sending a wrong message? – Coach Carter

Ahem… List berikutnya dari IDEA BOX adalah film Coach Carter (again, spoiler alert). Gw merekomendasikan film ini untuk ditonton, karena:

  1. Film ini punya banyak hikmah
  2. Ini kisah nyata

sesuai judulnya, film ini mengenai pelatih basket bernama Carter yang kembali untuk melatih basket di sekolah lamanya, Richmond. Seperti film-film dramatis lainnya, sekolah ini adalah sekolah yang rankingnya paling rendah di seluruh daerah itu, tingkat kelulusan paling rendah, nilai-nilai lulusannya pun biasanya nggak cukup buat masuk kuliah, alhasil yang lulus pun banyak yang jadi berandalan, keluar masuk penjara, nganggur, dll. Bedanya sama film-film lain, sekolah ini beneran ada.

Coach Carter ini datang untuk melatih tim basket sekolah tersebut. Tapi dia punya cara yang unik untuk melatih mereka. Hari pertama, dia datang pakai jas rapi, dan dia memberikan kontrak kepada anak-anak itu untuk ditandatangani. Isinya:

  1. Nilai IPK mereka harus mencapai 2.3 dari 4
  2. Mereka harus ikut semua kelas (tidak boleh bolos) dan duduk di kursi paling depan di setiap kelas
  3. Mereka harus datang pakai dasi di hari pertandingan

Mereka tidak boleh ikut pertandingan basket atau latihan basket kalau syarat-syarat kontrak tidak dipenuhi. Tentu saja anak-anak ini ngetawain si Carter. Apa-apaan, mau latihan basket kok pakai kontrak aneh-aneh. Anw, mereka tetap tanda tangan, dan latihan keras pun dimulai. Latihannya sangat keras, sampai mereka akhirnya memenangkan salah satu turnamen season itu,

Apakah coach Carter senang? Tidak, dia tidak senang, karena dia ngecek nilai anak-anak itu, dan nilainya jelek semua. Tau apa yang dia lakukan? Sesuai perjanjian, dia mengunci lapangan basketnya.

Rame-lah satu sekolah. Orang-orang tua marah, karena ini satu-satunya kesempatan buat anak kelas 3 untuk tanding sekali lagi sebelum lulus, mereka marah karena satu-satunya bakat anak-anak mereka malah dibatasi. Wartawan-wartawan berdatangan. Coach Carter tetap nggak mau buka lapangannya. Sampai akhirnya… coach Carter disidang oleh pihak sekolah bersama dengan para orang tua murid. Orang-orang tua ini memaksa coach Carter untuk membuka kembali lapangan basket mereka. Kurang lebih begini kemarahan mereka:

(pakai emosi tingkat tinggi) “Basketball is the only thing that these boys have got. Now, are we gonna let Carter come in here and take that away from them??”

dan ini jawaban Coach Carter.

Coach Carter: If I may?

Headmaster: yes, Mr. Carter.

Coach Carter: You really need to consider the message that you’re sending these boys. It’s the same message that we as a culture send to our pro athletes which is, that they are above the law. Now I try to teach these boys the discipline that will inform their lives and give them choices. If you endorse the fact that 15, 16, and 17-year-olds don’t have to honor the simple rules of a basketball contract, how long do you think it’ll be before they’re out there breaking laws?

Coach Carter: Now I played basketball at Richmond 30 years ago. It was the same thing then. Some of my teammates ended up in prison. Some of them ended up dead. I took this job, because I wanted to affect change in a special group of young men, and this is the only way I know how to do that!

coach Carter tau betul, bahwa kalau mereka tidak dapat IPK minimal 2.3, mereka tidak akan bisa apply untuk beasiswa basket untuk universitas, Maka sia-sialah jika mereka hanya bisa main basket tapi tidak bisa lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi.

Sayangnya, melalui voting dengan para orang tua, lapangan basket ini dipaksa untuk dibuka lagi untuk anak-anak mereka. Kericuhan pun berakhir, dan Carter pun bersiap untuk resign…

Gw kagum sama coach ini, terlebih lagi karena dia benar-benar hidup. Namanya Ken Carter, dan ada videonya di youtube di mana dia bicara sebagai motivator.

Wisdom

Pendidikan itu penting, disiplin itu penting, usaha itu penting, menghargai diri sendiri dan orang lain itu penting.

Mendengar kata-kata coach Carter, gw jadi berpikir, apakah gw pernah menangkap pesan yang salah dari sekolah gw dulu. Apakah guru-guru kita di sekolah/kuliah mengirimkan pesan yang salah kepada kita? Apakah kita sebagai calon guru untuk mereka yang lebih muda, akan mengirimkan pesan yang salah juga?

Pesan terselubung

Film ini sangat recommended untuk ditonton Winking smile, endingnya keren!!

3 thoughts on “Are you sending a wrong message? – Coach Carter

  1. … sebenarnya gw mau ngumpetin ini biar lu nonton wkwkwk

    begini narasi endingnya:
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    The Richmond Oilers did not win the State Championship…
    … but they won 5 college scholarships and 6 members of the team went on to college.
    Junior Battle went to San Jose State University on a full scholarship.
    Jason Lyle went to San Diego State University and graduated with a degree in Business Administration.
    Timo Cruz attended Humboldt State University where he became a starting guard.
    Jaron “Worm” Willis received a scholarship to San Fransisco State University where he played point guard for four years.
    Kenyon Stone attended Sacramento State University and received a degree in Communications.
    Damien Carter went on to break the Richmond High School scoring and assist records previously held by his father. Upon graduation, he received a scholarship to the U.S Military Academy at West Point.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s