Week 19 of 2013: Berenang, Henderson Waves

Gw bosan… menunggu upload-an video project yang gak beres-beres…

Jadi mari menulis.

Alkisah hari Minggu kemarin, gw tiba-tiba insaf dan memutuskan mau olahraga. Jadi gw ngajak segambreng buat berenang di tempatnya Su. Hari itu matahari terlalu panas, jadi kita nunggu sampai jam 4 sore. Sayangnya… jam segitu pun tetap aja panas… berakhir gw gosong dah (gak pake sunblock, alergi bahan kimia).

Kita datang berlima, tapi yang berenang cuma berempat, satunya lagi tiduran baca Gober… :|… fuu… Kita berenang dari jam 4 sampai jam 7 malam (oh well, ada 1.5 jam kali kita berendam di kolam sambil ngegosip). Rencananya abis itu adalah: makan malam, terus jalan ke Henderson Waves.

Sayangnya rencana jadi agak berantakan karena uncle tempat kita pesan makanan… ngacangin pesanan kita… 40 menit kita menunggu dan mengkomplen, bersama dengan 6-7 pelanggan lainnya yang mukanya sama gelapnya sama muka gw (wutt, uncle ini pasti stress hidup kayak begitu)…

Akhirnya rencana jalan kaki dari kost-an Su ke Henderson Waves dibatalkan, kita memutuskan naik mrt sebentar ke stasiun yang lebih dekat, MRT Labrador Park.

Jalan kaki dari Labrador Park sampai Henderson Waves jaraknya sekitar 4-5 km, dan kita dibawa jalan lewat jembatan pinggir laut, jam 10 malam.

Jembatan itu kalau malam, gelap banget kanan kirinya, dan cuma ada lampu jembatan yang agak remang-remang. Gw jadi inget jurit malam waktu kuliah. Akhirnya kita jadi ngomongin soal jurit malam dan segala macam yang seram-seram :D

Sambil jalan, sambil ketawa-tawa, eh di seberang kanan ada Pulau Hantu (sekarang udah ganti nama jadi Keppel Island). Ah gak takut, cuman nama doang, hehehe. Di sebelah kiri, ada satu rumah kosong dan gelap di antara perbukitan. Risan mulai ngomong “nanti ada yang melambai-lambai dari rumah seberang”… dengan maksud nakut-nakutin. “nanti ada cewek berambut panjang muncul dari jendela, melambai-lambai…”. Kita ketawa-tawa semua, hehehehe.

Sayangnya karma itu ada.

Su yang biasanya lewat jalur itu, mendadak hilang arah karena udah malam dan gelap… Jadi kita sampai ke persimpangan nih, dia bilang: “gw lupa, kita harusnya belok kanan atau belok kiri ya”. Karena dia lupa, jadi kita coba deh… belok kiri.

Sambil jalan, gw ngeliat ada papan “resident only”. “Kok ada tulisan resident only?”, gw bilang. “Kayaknya salah deh”. Tapi Su masih gak yakin, jadi kita semua jalan aja. Di kanan kiri ada 1-2 mobil tua ringsek diparkir… Risan masih asik bercanda, ada siluman rubah berubah wujud lah, dll.

Tiba-tiba gw ngeliat bentuk rumah yang familiar… hmm… “Eh, ini bukannya rumah yang tadi kita omongin ya??”… Jeng jeng jeeeeenggg… Sekarang rumahnya tepat ada di hadapan kita, dan di depan hanya ada lorong gelap yang tidak jelas menuju ke mana…

Mendadak suasananya jadi creepy…………………………..

tiba-tiba keluar seorang wanita berambut panjang dari rumah itu dan mengajak kita semua untuk masuk minum secangkir teh… Kita pun lari ketakutan semua…. or at least that was my imagination.

Anyway, gara-gara kita ngeliat rumah itu tepat di depan mata, kita langsung rame semua dan dalam 3 menit kita udah balik arah. XD

Setelah mencoba semua jalur, Kenny dan GPS nya menunjukkan kalau jalan yang benar adalah belok kanan. So kita lanjut jalan lagi deh ke Henderson Waves, meninggalkan rumah misterius di atas bukit tersebut…

Tembus kanan kiri, akhirnya kita sampai ke Henderson Waves… apa itu Henderson Waves? Ternyata dia adalah… jembatan penyebrangan… =.=…

Tapi ini jembatan penyebrangan yang paling tinggi di Sinkapur. Ketinggiannya 36 meter dari jalan, otomatis naik tangganya juga ngos-ngosan… hosh…

Sampai atas, langsung pada tepar. Waktu menunjukkan pukul 10.30 malam, tapi masih banyak orang di sana, either pacaran, atau ngumpul-ngumpul sambil muter lagu. Tempatnya enak banget untuk kemping dadakan :D. Kita duduk-duduk sebentar, dan Risan mengambil satu langkah untuk melihat ke bawah. *tepok tangan*

Setelah duduk sampai jam 11 malam, kita langsung buru-buru pulang naik bus dan MRT, dan berakhirlah weekend minggu ini. Hari seninnya, gw bangun dengan bahu sakit-sakit. Yeah.

Moral of the story: jangan ngetawain rumah kosong di perbukitan. =P

Oke… upload-an video project gw belom selesai juga.

2 thoughts on “Week 19 of 2013: Berenang, Henderson Waves

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s