Batam – 1 Day Trip

Sebenarnya masih ada laporan jalan-jalan Bali yang belum diceritakan. Tapi itu nanti lagi deh gw tulis kalau gw belum lupa.

Jadi ceritanya kita pergi ke Batam berlima, dengan kapal kedua terpagi dari Singapura (jam 8.50 dari Harbourfront). Perjalanan memakan waktu 50 menit++ gitu deh. Sampai di sana, langsung pada tarik uang di ATM BCA, kemudian telpon bapak supir yang sudah standby dari jam 9 pagi waktu Batam.

Rencana kita untuk 1 hari di Batam adalah:

  1. Breakfast – Soto
  2. Jalan-jalan di Vihara Duta Maitreya dan Toa Pek Kong
  3. Jalan-jalan 1 jam di mall apapun
  4. Lunch – Ayam Bakar Taliwang
  5. Beli oleh-oleh
  6. Dinner – Seafood
  7. Menuju pelabuhan jam 8.30 untuk kapal terakhir

TEMPAT JALAN

Foto-foto jalan-jalan di Vihara dan Toa Pek Kong-nya dilihat dari Google aja ya. Gw komentar sedikit untuk tempat jalan-jalannya.

Vihara Duta Maitreya: ceritanya sih ini adalah candi Buddha terbesar di Asia Tenggara yang dibangun tahun 1991. Luasnya 4,5 hektar. Tempatnya gede banget sih emang. Tapi gak semua tempat bisa diakses sih. Jadi kita jalan-jalan sampe mentok di kantinnya, terus balik.

Toa Pek Kong: masih dalam pembangunan. Patung-patungnya lebih colorful, tapi kurang terawat ( as expected yak Sad smile ) dan bukannya gw menemukan penjelasan untuk setiap patung, yang gw temukan adalah tulisan nama sponsor yang sumbang si patung itu ke kuil. Satu patung yang memorable itu adalah patung raja kodok raksasa berhiaskan ukiran emas. Semua menebak summon-nya Jiraiya sudah mulai didewakan di Batam.

Nagoya Mall: umm, ya mall. Jualan tas-tas KW. Kita kagum dengan kejujuran nama tokonya yang memudahkan target pasar untuk mengidentifikasi barang apa yang dijual di toko tersebut. Contoh nama toko: Kawe Collection. Anyway, kita berakhir main di “Dunia Fantasi” (Timezone versi Batam).

Selain tiga tempat ini, ada Kampung Vietnam di Pulau Galang (bukan di sentral kota Batam), tapi kita tidak pergi karena terlalu jauh. Tapi kita ada pergi ke jembatan Barelang karena akhirnya kita makan seafood di sekitar sana.

Jembatan Barelang: salah satu tempat wisata juga, jembatannya gedeee, dibangun oleh presiden Habibie untuk menghubungkan 3 pulau di sekitar Batam (Barelang adalah singkatan dari Batam, Rempang, Galang). Komentar gw: jembatannya bagus, kelakuan anak-anak muda yang nongkrong di sana… ugh. Disappointed smile  beberapa tiang penahan jembatan ada yang pecah, dan dijadikan tempat sampah aja sama mereka. Beberapa tiang jembatan sudah sukses dicoret-coret. Satu coretan yang sempat kita abadikan adalah janji cinta Pernando kepada pacarnya. Terukir dengan rapi pada jembatan Barelang I “Pernando, cinta forever <nama pacar>”.

TOKO BUKU

oh ya, ini selipan aja. Gw ke Batam emang niat cari Gramedia ( saya kutu buku sejati B-) ). Tapi sampai sana, budaya membaca tampaknya tidak terlalu kuat Sad smile. Satpamnya aja gak tau nama toko buku di mall yang dia jaga, terus begitu masuk toko bukunya, buku-bukunya isinya outdated. *nangis*. Setelah pulang, gw ngecek di internet, ternyata memang ada Gramedia kok di Batam, tapi kok gak ada yang tau sih… sigh.

Si bapak supir sendiri berpendapat kalau kuliah di sini hanya untuk gaya-gayaan aja. Setelah lulus tetap susah cari kerja, dan harus / lebih baik merantau…

OLEH-OLEH

Cake Villa Pandan Cheese sangat recommended. Enak!

MAKAN-MAKAN

Breakfast: Soto Medan Bude Sri, foto diambil dari sini karena saya malas edit foto sendiri. Hehe. Tapi penampakan sama kok. Open-mouthed smile.

Lunch: Ayam Bakar Taliwang, foto diambil dari sini, ayamnya pedas, acarnya lebih pedas lagi! Ayam bakar ini ceritanya memang khas Lombok / NTB, jadi kalau gak pedas itu gak asli kayaknya. Dan lagi, karena supnya adalah sayur asem, lidah pun semakin tersiksa. Open-mouthed smile. Tapi meskipun pedas, dia tetap enak! Open-mouthed smile

Dinner: Kita makan di seafood di sebelah jembatan Barelang I. Namanya Barelang Seafood Restaurant (nama yang mainstream adalah trend di kota Batam), Tempatnya di sebelah jembatan Barelang, jadi menjelang malam kita bisa lihat jembatan Barelang dengan view lampu jalan kuning. Untuk makanannya, kita pilih langsung dari kelong.

Setelah makan 3 kepiting saus padang (300 gr, 300 gr, 700 gr) dan 6 rajungan goreng mentega (500 gr) dan seekor ikan masak kunyit (700 gr), tambah nasi, tambah kangkung belacan, tambah teh, tambah es kelapa, kita habis sekitar Rp. 800,000, sehingga kalau dibagi 5: Rp. 160,000 per orang. Kemudian gw tidak mau makan seafood selama satu minggu ke depan karena sudah terlalu kenyang dan puas makan makanan laut.

PULANG

sampai pelabuhan sudah jam 7.30-an, pergi ke Hypermart beli indomie. Mampir ke toko kelontong buat beli Maicih level 10. Kemudian boarding kapal terakhir kembali menuju Harbourfront.

KESIMPULAN

akan ke sini lagi untuk makan kepiting, beli cake pandan cheese, dan karaoke. ^o^

– Sekian-

One thought on “Batam – 1 Day Trip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s