Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

Yogyakarta – Day 3
Destinasi: Pagelaran Keraton, Keraton, Dagadu, Soto Lamongan, Soto Kudus, Siomay, Bakso, Nasi Pecel, Stasiun Tugu, House of Raminten, Gramedia, Dunkin Donut, TransJogja, Mirota Batik, Dapur Sambal, Nasi goreng Tek-Tek

Keraton, Dagadu, Pasar Beringharjo

Di hari ketiga jadinya kita berangkat ke keraton yang emang dekat sekali dengan hotel. Kali ini kita pakai guide, so gak bingung-bingung amat waktu jalan-jalan di dalam. Dari sana kita jalan kaki ke Dagadu, berhenti sebentar buat makan es teler karena cuaca panas sekali hari itu. Selesai belanja di Dagadu, kita lanjut makan siang di pasar Beringharjo sambil liat-liat batik.

Setelah perut kenyang, kita jalan kaki lagi ke stasiun Tugu buat print tiket. Di tengah jalan kita ketemu anak-anak mahasiswa lagi demo menuntut Pasal 31 tentang pendidikan. Baru sadar kalau hari itu lagi hari Pendidikan Nasional. Eh tapii… Cuacanya panas banget… Mbak-mbak mas-mas yang jualan di pinggir jalan aja nontonin demonya dengan muka lesu. Terus si pendemo rada memanas, jadi petugas-petugas pada turun ke jalan (tapi… jalan kaki… slow motion… lagi panas banget sih emang…). Ya udah, nothing to see here… Kemudian kita lanjut jalan kaki lagi menjauhi para pendemo.

Sampai di stasiun Tugu, Vendy print tiket, Su dan Dely ngadem di bawah AC di dalam ruangan ATM BCA. :D

Dari sana, kita belanja lagi di OVJ (lupa apa kepanjangannya), terus jalan kaki (lagi) ke House of Raminten.

House of Raminten

Buat yang gak tau House of Raminten… Ini benar-benar rumah makan yang nyentrik. Ada yang bakar kemenyan di dalam, ada patung Yesus, ada patung Buddha, ada patung Jerapah, ada kereta kuda… Ada kuda dekat WC… Ada show pertandingan pro-wrestling… errr… Selain itu, ada nasi kucing tanpa telur yang harganya 1,000 perak, tapi harga es tehnya 3,000 perak. Harga nasi kucingnya sama kayak satu kali bayar toilet di Mall Malioboro…
Unknown-3

Dari sana, ternyata udah dekat Gramedia pusat, ya udah, mampir lagi. Beli buku lagi. Ngadem bentar di Dunkin Donut sebelah, terus pulang naik TransJogja sampai Maliboro. Harga tiket per orangnya… 3,600. Lebih mahal 100 perak dibanding Jakarta :P

Dapur Sambal

Makan malam kita kali ini di Dapur Sambal dekat hotel juga. Sambalnya ternyata… PEDAS sekali. Jadi jagoan makan pedas kita pun kepedesan di sana sampai sambalnya gak bisa habis. Vendy kayaknya sayang kalau sambalnya gak habis, jadi waktu Su pergi bayar, dia gado itu sambal. Alhasil, perutnya sakit banget waktu sampai hotel… Untung besoknya udah sehat lagi.

Pak supir ketawa waktu dengar cerita kita, dan dia cerita tentang mantan penumpang yang minta dibawa ke warung oseng mercon. Baru makan satu suap, langsung pada nyerah. :)) Malah ada penumpang lain yang perutnya sakit seharian abis makan si oseng mercon dan berakhir guling-guling di kasur seharian.

Advertisements

2 thoughts on “Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

  1. Gue seneng banget bisa jalan2 keliling dari Jateng ke Jatim.. Ngeliat candi2, pemandangan2, feel the adventurous mountain tracking dan kuliner hahaha… thanks for the three of you all. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s