Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

Yogyakarta – Day 4
Destinasi: Ullen Sentalu, Merapi, Rumah Jejamuran, ParangTritis, Es Kelapa,

Ullen Sentalu

Hari keempat kita pergi ke Ullen Sentalu. Gw udah pernah pergi, tapi tetap suka banget sama museum ini sehingga gw rela pergi ke sana lagi untuk kedua kalinya (dan masih tetap rela pergi untuk ketiga kalinya). Tidak ada foto di dalam museumnya karena memang tidak boleh foto di dalam sana.

ullen_sentalu

Tur Merapi

Dari sana kita lanjut ke Merapi. Gw kelaparan karena makan paginya kurang banyak, jadi sampai tempat sewa jeep, gw beli intip (sejenis rengginang, tapi katanya dari kerak nasi?), terus makan di jeep.

Jalanan naik ke Merapi nya berbatu-batu tajam, makanya harus pakai jeep karena memang cuma jeep yang bisa lewat di jalanan begini. Destinasi pertama kita adalah Museum Mini Sisa Hartaku. Isinya barang-barang yang hangus kena letusan Merapi. Barang-barangnya ada yang menarik kayak: jam dinding yang mati tepat waktu asap Merapi lewat. Jam dindingnya jadi satu sama jarum jamnya saking panasnya. Terus ada jam tangan yang sejenis. Ada tulang sapi ( ternak-ternak malang yang ditinggalkan oleh orang-orang desa yang mengungsi ).

DSC06999

Kemudian kita pergi lihat batu pindahan (batu alihan / alian / alien) dari Merapi, terus lihat bunker yang katanya ada yang pernah meninggal terjebak di dalam waktu Merapinya meletus.

Kita di Merapi sekitar 1 – 1.5 jam. Waktu turun kembali ke pos dengan jeep, gw, Dely, dan Su coba-coba berdiri waktu jeepnya jalan. Seru juga :D

Rumah Jejamuran

Makan siang dilaksanakan di rumah jejamuran. Makanannya terbuat dari jamur semua. Rendangnya dari jamur, tongsengnya dari jamur, kerupuknya dari jamur, minuman ada juga yang dari jamur. Foto dokumentasi entah ada di mana. Gw sih udah lapar… jadi langsung sikat aja.

Selesai makan, Dely belanja-belanja cemilan jamur, abis itu kita lanjut ke Parangtritis.

Parangtritis dan Kisah Dukun Palsu Pak S

DSC07074

Perjalanan ke Parangtritis agak macet, jadi begitu sampai sana, udah sore menjelang gelap. Kita cuma main-main sebentar, minum es kelapa, terus balik.

Nah, di tengah perjalanan menuju ke pantai ini, pak S cerita tentang klien yang pernah dia bawa dulu. Dia bilang dia pernah disewa seseorang untuk bawa dukun ke Sumatra dari Yogya. Jauh yak? Gw setengah tidur, jadi gw gak sadar pembukaan ceritanya bagaimana. Intinya si dukun bilang dia harus lewat jalur darat untuk sampai ke Sumatranya. (menurut pak S, dukunnya takut naik pesawat), dan dia memberlakukan pantangan yang berat ke orang yang sewa dia itu (termasuk, cuma boleh makan tahu selamanya, gak boleh makan nasi :P). Pak S ceritanya curiga ini kok dukunnya kayak abal-abal. Jadi waktu dia sampai di daerah sepi, dia iseng-iseng berhentikan mobilnya, terus dia pura-pura ketakutan lihat pocong di depan jalan. Dia tanya si dukun liat nggak, eh dukunnya bilang iya… Langsung deh ketahuan bohongnya… Pak S ngecek-ngecek lagi sampai 2 kali. Dan si dukun pura-pura lihat terus. Hehehe.

Persiapan menuju Surabaya

Kita berpisah dengan Pak S setelah diantar ke hotel. Sebelum beberes, kita makan malam dulu di salah satu rumah makan gudeg sambil ditemani dengan pengamen ber-equipment lengkap yang kemudian dapat tepuk tangan dari gw saking kerennya.

Advertisements

2 thoughts on “Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

  1. Gue seneng banget bisa jalan2 keliling dari Jateng ke Jatim.. Ngeliat candi2, pemandangan2, feel the adventurous mountain tracking dan kuliner hahaha… thanks for the three of you all. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s