Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

Batu – Day 7
Destinasi: Eco Green Park, Mie Keranjang, Es Istana, Martabak Mie, Cwie Mie Malang, Museum Angkut, Movie Star Studio, Pasar Apung, Alun-Alun Batu, Pos Ketan Legenda, Susu Segar, Milkiyaki, main Scrabble

Eco Green Park

Setelah makan popmie pagi-pagi, kita langsung telepon pak S untuk minta diantar ke Eco Green Park. Kita main-main di sana hampir setengah hari. Menyenangkan lho. Tempat ini jauh lebih bagus daripada wahana di Jakarta. Tema tempat ini adalah tentang lingkungan hidup. Jadi fokusnya adalah untuk meng-edukasi orang-orang tentang lingkungan, proses daur ulang, binatang-binatang, dll. Kita belajar tentang cara kerja pembentukan energi biogas (ada alat-alatnya, bisa dicoba), bagaimana gempa bisa terjadi, sekuat apa angin kencang itu, bagaimana batu bara bisa terbentuk, dan banyak lagi.

Beberapa binatang liarnya ada yang bisa disentuh langsung (macam elang, toucan, merak, kalajengking), tentu saja mereka antara diikat, atau udah dijinakkan, atau buntutnya udah ditumpulkan kalau kalajengking.

scorpio[Me touching a scorpio… Muhahahahaha]

Ngomong-ngomong, Batu itu daerah yang adem karena dikelilingi bukit-bukit dan pegunungan. So far sih gw cukup enjoy bersantai di sini :D

eco_green[Pemandangan dari atas replika candi Borobudur di Eco Green Park]

Lunch: Mie Keranjang, Es Istana, Martabak Mie, Cwie Mie Malang

Makan siang tetap di dalam food-courtnya Eco Green Park karena kita sudah lapar dan capek keliling. Dari kejauhan ada boneka-boneka binatang joget poco-poco bersama anak-anak di bawah replika candi Borobudur. Sayangnya gw jarang foto makanan sih. Nanti ya kalau ada sumbangan foto makanan dari tim jalan-jalan baru gw update lagi foto-fotonya.

Museum Angkut + Movie Star Studio

Setelah keluar dari Eco Green Park, kita telpon si bapak supir untuk minta diantar ke museum angkut. Tapi ternyata bapak supir lagi terjebak macet dan 30 menit lagi baru bisa sampai. Dia bilang, jalan kaki aja, karena 30 menit juga sampai ke museum angkut kalau jalan kaki. Ya sudah, kita jalan kaki deh. Jaraknya sekitar 2 km.

Sampai di Museum Angkut. Ebuset. Antriannya panjang mengular. Kita masuk setelah 15 menit ngantri kayaknya. Muka gw udah asem kalau ada yang kayaknya niat nyalip gw.

Anyway, begitu sampai di dalam, kita disambut dengan puluhan mobil kuno dan kereta kuda yang bagus-bagus banget. Semua pun sibuk berfoto. Sampai-sampai gw dicolek-colek diminta minggir bentar sama ibu-ibu yang mau foto waktu gw lagi baca deskripsi di pajangan kereta kuda… =_=… Hmm…

Oh, terus ya, gw kan super apatis soal kendaraan ya (buat gw, mobil tuh cuma ada jenis kijang, jenis sedan, jenis bemo… okelah, tambah jeep ama truk), jadi gw adem-adem aja di lantai satunya museum angkut. Gw menikmati liat macam-macam bentuk mobil dan motor dari tahun ke tahun sih… dan juga penasaran kenapa mobil jaman dulu bagasi belakangnya panjang banget.

Lantai dua diisi dengan becak, merpati pos yang kesepian, roket, helikopter, uang (yeah, alat angkut juga ini, bisa dipakai buat bayar tiket pesawat), dan lain-lain selain mobil dan motor. Kita nonton dokumenter tentang angkutan juga (dan Vendy hampir ketiduran, dia bilang terlalu damai filmnya).

Dari situ kita jalan-jalan… tau-tau… Ada Gangster Town di depan mata. Wut? Apa ini?

DSC07477

Ternyata kita sudah di Movie Star Studio.

Sayang batere kamera gw udah low-bat, jadi gw kurang banyak foto-foto. Movie Star Studio terdiri dari beberapa jenis setting kota di berbagai negara. Ada pecinan, ada Belanda, ada Paris, ada BUCKINGHAM PALACE *mulut ternganga*

Terakhir-terakhir gw baru excited menemukan satu mobil yang gw kenal: Mystery Machine-nya Scooby Doo!

Alun-Alun Batu

Puas di Museum Angkut, kita telepon bapak supir lagi untuk diantar pergi ke Alun-Alun Batu. Dari sini wisata kuliner dimulai. Gw pesan bakso pangsit enak (kayaknya penuh micin), susu segar yang enak juga, terus beli bungkus ketan susu-keju-meses di Pos Ketan Legenda, sementara Su beli Sate Lok Lok, terus gw temenin Dely pergi beli casing henpon dia, terus kita lanjut main Scrabble di Kafe Milkiyaki, sambil minum susu lagi.

Kemudian gw pun kekenyangan.

Sekembalinya ke villa, gw udah gak sanggup lagi makan si ketan, jadi gw simpan aja buat makan pagi.

Advertisements

2 thoughts on “Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

  1. Gue seneng banget bisa jalan2 keliling dari Jateng ke Jatim.. Ngeliat candi2, pemandangan2, feel the adventurous mountain tracking dan kuliner hahaha… thanks for the three of you all. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s