Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

Surabaya – Day 8
Destinasi: House of Sampoerna, Sambal Bu Rudy, Mirota Surabaya, Kwetiaw Apeng, Ayam Goreng Presiden

Jam 8-9 pagi gw udah bangun. Gw kurang kerjaan sambil menunggu pak supir datang menjemput. Jadi gw keliling-keliling dulu di sekitar villa, beli keripik apel yang enak, beli jus apel yang enak di kebun agrowisata sebelah, dengan apel yang beneran dipetik dari kebunnya, main-main sama rusa tutul, terus balik lagi ke villa. Dely dan Vendy baru mau makan, dan Su masih tidur nyenyak gak mau makan pagi. Jadi gw turun lagi temenin Dely-Vendy buat makan di warteg dan belanja.

Jam 10 pagi pak supir datang dalam keadaan ngantuk. Di tengah perjalanan dia berhenti sebentar di alfamart buat beli Kratiingdaeng. Hmm… kok kayaknya capek bener. Gw suruh Su ajak dia ngobrol terus biar dia gak ngantuk. Gw juga stay alert nge-bawel.

Akhirnya kita turun sebentar juga di rest area. Terus Su beliin dia kopi. Abis ngobrol-ngobrol, ternyata dia abis bawa penumpang jam 3 pagi. Bah? bukan jam 3 sore? >.< Pantesan dia ngantuk bener.

Tapi untungnya dia udah segar lagi waktu duduk-duduk di rest area. Di situ gw makan nasi goreng tek-tek lagi.

Gubeng – Surabaya

Kali ini di Surabaya kita nginep di POP! Hotel di Gubeng. Gw lupa kita sampai hotelnya jam berapa. Tapi begitu check-in, gak berapa lama kita keluar lagi buat menuju House of Sampoerna. Btw, di Surabaya ada Blue-Bird, jadi tak usah pusing nego-nego argo taksi.

House of Sampoerna

Di depan hotel sudah banyak taksi biru menunggu. Kita panggil satu taksi, masuk, duduk.

Su: “Pak, ke House of Sampoerna…”

(ngeliat nama supirnya)

Su: “… Eh, nama bapak (supir) nya juga Sampoerno……………… jadi ke rumah bapak ya…”

Gw: “liat anak istri bapak…”

Bapak supir cuma nyengir-nyengir santai aja.

Kita pun diturunkan di House of Sampoerna dengan selamat. Waktu masuk, kita diminta kartu identitas untuk dicek umur. Abis itu masuk aja, gratis. House of Sampoerna ini basically berisi sejarah si perusahaan rokok kretek dari kecil banget sampai akhirnya sukses. Dari warung kecil, sampai ketika perusahaannya diakuisisi sama Philip Morris. Banyak orang foto-foto juga di dalam sini.

DSC07507[Sepeda yang dulu dipakai si bapak founder untuk jualan]

Kita spent sekitar 40 menit di dalam sini. Kemudian sisa waktu kita pakai untuk wisata kuliner dan belanja oleh-oleh.

Sambal Bu Rudy

Destinasi pertama adalah rumah makan sambal Bu Rudy. Gw beli sambal udangnya, terus almond crispy, terus kacang lorjuk (kerang bambu), terus nastar belinjo.

Kita dilayani oleh mbak-mbak muka cuek yang lupa mencatat pesanan Vendy, dan tidak menyisakan sayur asem Dely.

Mirota Surabaya

Malam itu kita ada janjian ketemuan sama teman Dely (dan Vendy). Sambil menunggu, kita jalan-jalan dulu di Mirota Surabaya. Di Mirota sini lebih rapi barang-barangnya dibanding yang di Yogyakarta. Tapi tempatnya tetap sama gedenya. Gw jalan-jalan santai di dalam, sementara Vendy sibuk milih batik buat temannya.

Setelah jalan-jalan sampai pegel, kita duduk-duduk di dalam tempat ngemilnya Mirota. Nggak lama teman Dely datang. Dia bawa mobil, dan dia menawarkan kita untuk makan di Kwetiaw Apeng atau Ayam Goreng Presiden. Kita hayuk-hayuk aja karena nggak tau juga mau makan apa malam itu.

Kwetiaw Apeng

Sampai di Kwetiaw Apeng, antriannya panjang euy. Kita dapat antrian, terus duduk-duduk sekitar 10-15 menit di luar restoran. Makanannya tidak mengecewakan. Kwetiawnya enak~. Gw juga ngajarin Su cara makan kwetiaw yang enak (resep bokap gw):

  1. Sambal cabe + cuka (kalau nggak ada cuka, pakai air dari acar aja)
  2. Cocol kwetiaw ke dalam sambal
  3. Makan

Ayam Goreng Presiden

Yak, gw udah kenyang. Tapi katanya, sayang toh, udah sampai Surabaya, mari makan-makan ronde dua!

Kita makan di ayam goreng presiden. Ternyata ayam gorengnya juga enak… :((… Sayang gw udah kekenyangan waktu itu, jadi cuma icip-icip dikit…

Kesimpulan: dua tempat itu sangat recommended kalau mau kuliner di Surabaya :D

Setelah makan sampai kekenyangan, kita pulang dan mulai mencemaskan gimana cara packing semua oleh-oleh ini.

Advertisements

2 thoughts on “Yogyakarta, Bromo, Batu, Surabaya Trip

  1. Gue seneng banget bisa jalan2 keliling dari Jateng ke Jatim.. Ngeliat candi2, pemandangan2, feel the adventurous mountain tracking dan kuliner hahaha… thanks for the three of you all. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s