Stress Test

Ada hari-hari di mana level stress gw memuncak sampai ke Puncak, Bogor, dan Cisarua. Eh…

Dan gw merasa lega karena gw sedikit berhasil melewatinya tanpa harus memaki lebih banyak.

Satu demi satu kejadian datang berturut-turut, kantor lama yang sudah keterlaluan dalam meminta bantuan, teman lama yang tidak pernah menyapa namun tiba-tiba meminta bantuan karena sedang berada dalam kesulitan besar, pekerjaan di kantor yang harus diulang kembali karena adanya peraturan baru, janji yang dibuat dan dibatalkan seenaknya, permohonan bantuan yang tidak bisa dilaksanakan, pekerjaan tambahan yang belum sempat dikerjakan, dan begitulah hari-hari gw berlalu.

Continue reading

Advertisements

Tuhan secara ‘hati’ dan ‘pikiran’

Note: ini catatan renungan dari kotbah di gereja minggu-minggu lalu…

Ada mereka yang selalu merasakan kehadiran Tuhan ketika mendengarkan lagu-lagu religius tertentu dengan karakteristik tertentu, namun kehilangan perasaan itu ketika lagu berhenti diperdengarkan. Inilah Tuhan secara ‘hati’

Ada mereka yang merasakan kehadiran Tuhan ketika berada di tempat-tempat suci dan khusyuk karena berpikir bahwa sudah sepantasnyalah Tuhan hadir di tempat yang suci, namun kehilangan perasaan itu ketika mereka berada di tempat yang, menurut pikiran mereka, tidak pantas untuk adanya kehadiran Tuhan (contoh: mall, bar, dsb)

Secara sederhana, demikianlah penjelasan Tuhan secara ‘hati’, dan Tuhan secara ‘pikiran’.
Continue reading

Tuhan dan Hari Ketujuh

Note: this is purely an imagination being created when I was bored ;)

Diceritakan bahwa, Tuhan, pencipta manusia, senang turun ke dunia dan menyamar menjadi manusia untuk bercakap-cakap dengan manusia. Tuhan akan turun pada hari ketujuh menurut perhitungan manusia, dan menginap semalam di rumah mereka yang mau menerimaNya sembari mendengarkan keluh kesah serta permintaan manusia itu.

Continue reading

Hikmah Nonton Drama Korea Kebanyakan #1: Tokoh dan Tantangan Hidupnya

Gw baru saja mengelompokkan dua macam tipe manusia menurut film drama Korea. Kenapa demikian, karena waktu hari ini gw nonton 49 Days dan Dong Yi secara paralel. Gw menemukan bahwa ratu dalam film Dong Yi, dan Shin In Jung dalam 49 Days, punya kesamaan. Dua-duanya tokoh antagonis, dua-duanya menggunakan alasan “kehidupan pahit di masa lalu” sebagai alasan bagi mereka untuk berbuat jahat. Gw tidak tahu apakah ini menjadi senjata produser untuk membuat penonton mengerti alasan dibalik perbuatan mereka dan/atau bahkan mendorong pemirsa untuk bersimpati terhadap tindakan mereka yang didorong oleh kehidupan pahit mereka itu. Ini membuat gw berpikir, ‘oh, ternyata seperti inilah cara untuk membuat penonton mengerti bahwa manusia itu kompleks’… atau… bukan kompleks, lebih tepatnya… lemah. Continue reading

MENJADI dan MEMILIKI: Jangan Jadikan Diri Kita Sebagai Keberhasilan

sorry for late post T_T… sometimes I get too lazy to post it, I have several post I haven’t published in my laptop… will get it published soon this week (I hope) :D,

sementara itu, gw menemukan tulisan menarik dari buku Dare to Journey, karya Henry Nouwen. artikel ini gw kutip setelah dikutip sebelumnya di facebook.

silakan dibaca, dan disimpan dalam hati. apakah saat ini, kita sudah ‘hilang’ di dalam keberhasilan kita…

-o-O-o-

Keberhasilan, bukan kegagalan, bisa jadi musuh terbesar kita. Ini terjadi bukan hanya ketika kita harus berkompromi untuk meraih keberhasilan. Ini terjadi ketika diri kita menjadi keberhasilan itu sendiri, ketika seluruh hidup terserap dalam apa yang telah kita capai dan pekerjaan kita menyatu dengan diri kita. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk berusaha lebih lagi. Dorongan ini akhirnya menjadi suatu kekuatan yang menghancurkan, dan akhirnya kita akan kehilangan diri kita sendiri.
Continue reading