In Defense of Humanities

Karena beberapa hari terakhir ini kecanduan nonton video Stanford, mari gw share satu video dari John Landy, co-director of Stanford’s Philosophy and Literature Initiative “Spending time in the presence of works of great beauty can powerfully change your life,”


Continue reading

Advertisements

MENJADI dan MEMILIKI: Jangan Jadikan Diri Kita Sebagai Keberhasilan

sorry for late post T_T… sometimes I get too lazy to post it, I have several post I haven’t published in my laptop… will get it published soon this week (I hope) :D,

sementara itu, gw menemukan tulisan menarik dari buku Dare to Journey, karya Henry Nouwen. artikel ini gw kutip setelah dikutip sebelumnya di facebook.

silakan dibaca, dan disimpan dalam hati. apakah saat ini, kita sudah ‘hilang’ di dalam keberhasilan kita…

-o-O-o-

Keberhasilan, bukan kegagalan, bisa jadi musuh terbesar kita. Ini terjadi bukan hanya ketika kita harus berkompromi untuk meraih keberhasilan. Ini terjadi ketika diri kita menjadi keberhasilan itu sendiri, ketika seluruh hidup terserap dalam apa yang telah kita capai dan pekerjaan kita menyatu dengan diri kita. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk berusaha lebih lagi. Dorongan ini akhirnya menjadi suatu kekuatan yang menghancurkan, dan akhirnya kita akan kehilangan diri kita sendiri.
Continue reading

The Tale of “Judi dan Togel”: Part 1

Pada jaman dahulu kala, di kota kelahiran gw, di masa nyokap gw masih anak-anak, dan nenek gw masih emak-emak, budaya kongko-kongko orang-orang setempat adalah, silaturahmi sambil berjudi. Tiap malam, di rumah nenek gw dulu, bisa 3 kloter, 1 kloter 10 orang, duduk melingkar, main kartu, sambil minta disuguhin kopi. Kopi bubuk di rumah pun habis tak tersisa, sampai harus menarik uang kopi dari tiap orang untuk menyeduhkan mereka kopi. Continue reading

Say YES to GAMBARU!

another inspiring note~ enjoy..

By Rouli Esther Pasaribu

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru. Continue reading

Rizki, My Genius Student

This article was originally written in Indonesian, but to share it to the world, I thought that I might translate it in international language. I have time to do this because currently I was told to have bedrest due to my sickness. No it’s not a heavy sickness. I just had cold recently, and when I recover, I will make sure that I wear my mask everywhere… grr…

it is an article written by Erwin “Wiwin” Puspaningtyas Irjayanti (a young teacher in Majene province, West Sulawesi, Indonesia) Continue reading